[coretan] Foto Dalam Dompetmu


RT @AyaSuhastra: FOTO DALAM DOMPETMU. Semua perempuan di foto itu mati dimutilasi. Foto terakhir kukenali. Wajahku.

dia tergila-gila pada mataku. ia selalu bilang mataku bagai telaga sejuk dimana ia ingin selamanya berada dan merasa. ia selalu bilang bibirku bagai sebuah strawberry yang merah merekah dan menggoda manisnya. yang selalu ingin dia kecupi dan regup sebisanya. ia selalu bilang rambutku selembut sutera yang selalu ingin ia sentuh sebelum tidurnya. ia selalu bilang.

malam itu ia berbisik lembut ditelingaku sebelum aku tidur. “aku cinta kamu”, katanya. aku membalas dengan senyum. lalu kedua pelupuk mataku tertutup pelahan, seperti tak kuasa lagi menahan kantukku.

aku terhentak bangun. tubuhku serasa baru saja dijatuhi beton. sungguh berat. nyaris aku tak sanggup bernafas. sesak. aku mencoba mengambil nafas, namun aku masih tak kuasa. tertindih. tertekan atau entah apa.

kubuka kedua pelupuk mataku perlahan. tak nampak apa. hanya gelap gulita. aku kehilangan daya. aku tak mampu berpikir. aku mencoba lagi membuka mulutku. ingin rasanya meneriakkan namamu. “sssshhhh……”. tak ada aksara yang mampu aku ucapkan. lidahku kelu. kaku. aku kehilangan kuasa atas tubuhku. aku coba berpikir keras. memerintahkan kedua kakiku untuk bergerak. kedua tanganku untuk sedikit berontak. tak kuasa. semacam terikat tak berdaya.

tetiba semua jadi terang. kedua mataku menjelalah ruang. mengamati sekitar. ini jelas bukan kamarku. bukan ruang dimana aku lelap sebelumnya diatas ranjang. ini jelas bukan disana. ini ruang apa?

kedua mataku berhenti di sebuah tembok. penuh potret. perempuan-perempuan. berbagai rupa, berbagai gaya. cantik dalam caranya masing-masing. ini ruang apa? aku makin diamuk tanya. sampai seketika aku tersadar pada tubuhku sendiri. terbelenggu. terikat di kaki dan tanganku. aaarrrrggghhhh……..aku membuka mulutku ingin berteriak. tapi mengapa tak ada suara yang keluar dari sana. tetap kelu. tetap kaku.

dimana kamu?? aku diculik!! mungkin ini perampokan yang bermuatan kekerasan seksual dan aku telah habis diperkosa hingga sekujur tubuhku lemah tak berdaya. aku diculik!! karena ini jelas bukan tempat aku merebahkan tubuhku untuk beristirahat sebelumnya. dimana kamu? teganya tinggalkan aku sendiri disini. ataukah kamu juga diculik oleh mereka? mungkin kamu juga sedang disiksa diruang sebelah. sedang berdarah-darah?

perlahan kucoba gerakkan tubuhku. gerakkan kakiku. gerakkan kedua tanganku yang tentu tetap tak berdaya dalam belenggu itu. aku tak tahu lagi harus bagaimana. berkali aku coba berteriak. tak sederit pun keluar dari mulutku. arrrggghhhh….aku hanya berteriak dalam hati.

kedua kakiku terikat di kaki meja. kedua tanganku terikat ke belakang. aku tersungkur tak berdaya. tanpa suara. hanya ngeri dalam hati. hanya takut. hanya berharap siapa pun yang menculikku kembali. agar kutahu siapa pelaku semua ini.

sudah 15 menit aku berada dalam keadaan ini. tetap tak kuasa melepaskan diri. tubuhku mulai terasa perih. rasa sakit mulai merambat. apa yang penculik-penculik ini lakukan? apa mereka menyiksaku sampai separah ini? aku punya apa sampai mereka sekeji ini?

sekuat daya upaya, aku gerakkan lagi kedua kakiku. mencoba sekuatnya mendorong meja. sekuatnya. sampai setidaknya ada suara. yang mungkin saja terdengar oleh orang diluar ruang sana. yang mungkin saja ada karena akan menyelamatkanku.

bruukk…..

ada sesuatu terjatuh. tepat didekatku. dompet. terbuka lebar. itu dompetmu. aku kenali dompet kulit yang aku hadiahkan untuk ulang tahunmu setahun lalu. tapi aku tidak mengenali foto didalamnya. foto perempuan-perempuan. persis seperti potret yang tertempel di tembok barusan. lalu ingatanku melayang. perempuan-perempuan difoto itu seperti kukenali.

beberapa minggu sebelumnya heboh berita mutilasi perempuan-perempuan di kampungku. semua mati menyedihkan. marni ditemukan tanpa kedua kakinya. sumirah ditemukan tanpa jari-jarinya. ratna ditemukan tanpa hidung. dan entah siapa lagi. sekurangnya ada 15 perempuan ditemukan mati mengenaskan termutilasi.

aku teringat…kamu tidak mengenal perempuan-perempuan ini kan? tapi mengapa foto mereka ada di dompetmu? kenapa terpajang di tembok ini? aku mencoba berpikir keras hubungan semua keanehan ini. dan mengapa aku masih tidak berkuasa atas tubuhku sendiri. sampai aku dikagetkan suara derit pintu yang terbuka tiba-tiba itu.

“sudah bangun?”, tanyamu.

aku membuka mulut mencoba menjawab. hening.

“gak apa. itu biasa. masih kaku aja”, jawabmu.

kamu melangkah mendekat dan mengambil dompet yang jatuh didekatmu. sebuah foto ditanganmu, kau selipkan dalam dompet itu.

“buat koleksi aku nih. cantik-cantik sekali”, katamu sambil menunjukkan foto yang barusan kau selipkan dalam dompet.

itu fotoku.

lalu kepalaku seketika pening. berat. dan sakit bukan kepalang. gelap. dan sebelum aku menghilang, bau anyir itu pun tercium samar-samar.


Nusa Dua, Oct 2017

 

Advertisements