Lembongan….akhirnya kesampaian juga


akhirnya….sampai juga di Lembongan.

saya pernah 5 tahun tinggal di bali, tapi tak sekali pun sempat mampir ke nusa lembongan. iya…itu bedanya kalau tinggal di bali untuk kerja dan bukan wisata. hehehehe…..

maka setelah “panas” melihat foto teman-teman di bali yang nampaknya sedang sering bolak-balik ke nusa lembongan, saya pun semakin “terbakar” nafsu ingin kesana. bulan oktober ini, saya pun sempat semalam kesana. sengaja kembali ke bali untuk mengikuti berbagai sesi di Ubud Writers & Readers Festival 2013. sengaja datang lebih awal ke bali hanya karena ingin mampir lembongan. maka bersama Ree, saya pun suatu pagi menuju sanur dari kuta dan berangkat ke nusa lembongan yang mempesona.

nusa lembongan….rasanya semacam menemukan surga baru. iya…saya sih sudah bosan banget sama bali selatan yang kelewat padat, penuh turis dan tak lagi asri. tapi lembongan tidak begitu. disambut dengan air lautnya yang biru kehijauan karena ladang rumput laut milik penduduk setempat. disambut oleh mataharinya yang terang benderang. dan tentu saja ombaknya yang kadang ramah kadang beringas tapi juga mengandung mantra penghipnotis. sekejap pun rasanya kita jatuh cinta sejatuh-jatuhnya,

Selamat datang di Nusa Lembongan

Selamat datang di Nusa Lembongan

saya sudah memesan kamar di the beach hut dari website agoda, supaya lebih mudah. letaknya di desa jungut batu, tepat di tempat kapal penyebrangan mendaratkan jangkar. desa ini salah satu yang paling ramai dengan penginapan, restoran dan fasilitas wisata. jarak dari tempat sampai hanya 5 menit jalan. sedikit kerepotan karena saya dan Ree harus menggendong backpack super besar kami yang memang disiapkan untuk 7 hari di Ubud. hehehehe….tapi tak apa lah. toh cuma 5 menit saja.

the beach hut persis di pinggir laut, meski kamarnya tidak menghadap laut persis. tapi suasana yang sederhana, kamarnya yang bersih dan bernuansa kayu, langsung sekejap membuat nyaman. maka saya dan Ree bisa menghela nafas panjang. kami beristirahat sebentar, mendinginkan kulit kami yang habis terbakar matahari sepanjang perjalanan dari sanur karena nekad duduk di dek kapal yang disinari matahari. hehehe…biar tanning gitu lho.

Jungut Batu Beach, Nusa Lembongan

Jungut Batu Beach, Nusa Lembongan

tak lama, kami minta disewakan sepeda motor untuk berkeliling. cuma 60ribu untuk pake sepuasnya. setelah motor datang, saya dan Ree yang sudah kelaparan siang itu memutuskan untuk segera berkeliling nusa lembongan. bermodal peta nusa lembongan dari bli komang, penjaga the beach hut. tujuan pertama ada dream beach. menurut peta sangat dekat, maka saya pun pede saja membonceng Ree. sedikit tersesat sebelum akhirnya menemukan pantai indah itu. surga. iya…surga disiang bolong. pasirnya putih berkilauan. dan airnya biru begitu segar menghipnotis. ah…ingin segera berenang. ingin nyebur….

Lembongan Dream Beach

Lembongan Dream Beach

siang itu kami makan siang di restoran hotel dream beach hut, satu-satunya penginapan persis di depan pantai cantik itu. lumayan lah. gak terlalu mahal, meski juga gak istimewa banget. setelah itu kami pun menengok pantai sejenak sebelum akhirnya menemukan tebing devil’s tear yang menakjubkan. tebing dimana gulungan ombak dashyat bertabrakan dengan karangnya. suaranya menakutkan, gerak ombaknya begitu menarik. seketika kita akan terbuai dalam nyanyian ombaknya. luar biasa.

beberapa lama berada di devil’s tear dan mengambil beberapa foto keren. berikut beberapa hasilnya.

Devil's Tear

Devil’s Tear

Devil's Tear

Devil’s Tear

Nyaris tergulung ombak Devil's Tear

Nyaris tergulung ombak Devil’s Tear

Ombak menghipnotis yah :)

Ombak menghipnotis yah ๐Ÿ™‚

dari dream beach dan devil’s tear, kami keliling lagi. dari mushroom bay sampai sempat nyebrang ke nusa ceningan, pulau tetangga. dari nusa lembongan ke ceningan dihubungkan dengan jembatan. bisa untuk lewat orang juga sepeda motor. kabarnya ini jembatan baru yang sudah direnovasi, tadinya terbuat dari kayu biasa dengan keadaan lebih mengerikan. hihihihih…..saya dan Ree saja tiap kali lewat berteriak-teriak histeris gitu. ngeri juga sih.

Pose di jembatan penghubung Lembongan - Ceningan

Pose di jembatan penghubung Lembongan – Ceningan

Nusa Ceningan

Nusa Ceningan

di nusa ceningan, saya dan Ree gak menemukan tempat yang enak untuk bersantai sampai senja. maka, sesuai permintaan Ree, kami pun kembali ke dream beach. kali ini betul-betul bersantai macam bule diatas pasir putihnya. berjemur. tanning. sesekali nyebur di ombak dream beach yang geragas itu. dingin. segar.

Senja di Nusa Lembongan

Senja di Nusa Lembongan

Devil's Tear Sunset

Devil’s Tear Sunset

sampai senja tiba. kilau matahari yang jingga memenuhi angkasa yang biru. indah….seketika saya pun tambah bahagia. iya…bahagia itu kalau di pantai. sisanya hanya sebagian bahagia. hehehehe….

kami pun bergegas ke devil’s tear, untuk melihat matahari pulang lebih jelas. ternyata ombaknya pun semakin geragas. suaranya menggelegar tapi sekaligus membius. serasa ingin berlama-lama memandangi senja itu. tapi apa daya…sebentar saja, lalu si matahari pulang.

dari sana, kami pun kembali naik motor kembali ke jungut batu. mampir makan malam di restoran panorama, tepat di puncak tertinggi dimana dari atas sana bisa terlihat lampu-lampu yang mulai menyala di desa jungut batu. indah banget.

setelah makan, kami pun kembali ke the beach hut. meski sempat beberapa kali nyasar mencari jalan, akhirnya pun sampai juga. dan sisa malam itu kami habiskan dengan berbincang di teras cabin kayu itu sambil mendengarkan nyanyian ombak malam, angin semeriwing dan juga taburan bintang di angkasa. nusa lembongan….cinta pertama yang akan selamanya ๐Ÿ™‚

Advertisements