#WestSumateraTrip – Keliling Bukittinggi


05 April 2013

kami bangun cukup pagi hari itu. kira-kira jam 7an lah. karena memang lokasi hotel ambun suri yang tepat di perempatan dan sudah cukup bising dengan banyak kendaraan lalu lalang. warga bukittinggi ternyata memulai hari cukup pagi.

setelah mandi, beberes dan sarapan, saya, nyokap & bokap pun siap menjelajah kota bukittingi. city tour ceritanya. dan tujuan pertama kali adalah ngarai sianok dan lubang jepang.

jarak dari hotel ternyata hanya 5-10 menit jalan kaki. kami tiba di tempat panorama lubang jepang. dari sana bisa melihat keindahan dan misteriusnya ngarai sianok. pagi itu kabut masih belum turun sepenuhnya. kalo gak salah, dilatar ngarai itu gunung marapi deh. tapi gak tau deh…geografi saya rada jeblok dari jaman sekolah. yang jelas ketika pagi-pagi melihat begitu banyak warna hijau, rasanya kita jadi percaya bahwa negeri kita ini sangat subur. di taman panorama ini juga ada banyak monyet lho. lucu deh….mereka gak rese macam di uluwatu. dideketin malah takut πŸ˜€

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok with Mom & Dad

Ngarai Sianok with Mom & Dad

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok & Janjang Koto Gadang on background

Ngarai Sianok & Janjang Koto Gadang on background

dari bukit panorama ini, dibawahnya adalah lubang jepang. kalau kita masuk dari bukit panorama ini, kita akan menuruni anak tangga sebanyak 100an untuk sampai ke bawah. lubang jepang ini memiliki beberapa akses masuk. pintu masuk di bukit panorama adalah salah satu yang dulunya pintu pengintai. ya…lubang jepang ini digunakan oleh jepang pada masa perang dunia II dimana kota bukittinggi adalah salah satu pusat pertahanan mereka di sumatera.

kabarnya lubang jepang ini dibuat selama masa pendudukan jepang di indonesia. dibangun oleh keringat dari pekerja romusha yang berasal dari jawa dan sulawesi. lubang jepang ini dibangun dengan berbagai peralatan tradisional seadanya. kebayang gak sih? membobol bukit batu untuk buat terowongan macam ini? kebayang juga kan? bahwa gak ada satu pun pekerjanya yang hidup setelah pembuatan selesai?

lubang jepang ini adalah lubang persembunyian tentara jepang ketika perang dunia II. jadi kerahasiaan harus terjaga. maka dari itu, ketika selesai dibangun, semua pekerjanya dibunuh untuk menutupi jejak. begitu kira-kira penjelasan dari bapak guide yang memandu kami.

Lubang Jepang

Lubang Jepang

kini lubang jepang ini disemen sekelilingnya akibat terjadi keruntuhan ketika gempa di bukittinggi beberapa tahun lalu. tapi masih ada beberapa bagian dimana kita bisa melihat tanah asli yang dipapah untuk para pekerja itu sampai terbentuk lubang jepang ini.

didalamnya sudah disiapkan beberapa ruang untuk nantinya dijadikan ruang pameran diorama dan ruang teater. nantinya sih bakal bagus. jadi tanpa guide pun kita bisa tetap mencari tahu informasi tentang objek wisata bersejarah ini. kabarnya pemerintah daerah bukittingi masih terus melakukan restorasi dan mempersiapkannya untuk tahun 2014. jujur…rasanya sedih. karena butuh waktu begitu lama untuk objek wisata ini berkembang. tahun 1997 saya kesana pun tidak jauh beda dengan keadaan sekarang.

oya, lubang jepang ini ditemukan justru setelah kita merdeka. pada awalnya tidak ada satu warga bukittinggi pun yang sadar keberadaannya. kini, untuk masuk kita cukup membayar Rp5ribu saja per orang. untuk pemandu, silakan seikhlasnya. tapi tanyakan saja terlebih dahulu agar lebih sopan. maklum…orang daerah πŸ˜€

Lubang Jepang

Lubang Jepang

Lubang Jepang

Lubang Jepang

Lubang Jepang

Lubang Jepang

Lubang Jepang

Lubang Jepang

Lubang Jepang

Lubang Jepang

dari lubang jepang, kami pun menuju janjang koto gadang atau the great wall of koto gadang. hahahaha….oke banget!! ini adalah objek wisata baru di kota bukittinggi. awalnya dulu adalah jalan setapak melewati bukit dari bukittinggi ke koto gadang. jalan ini dipakai oleh para pedagang dan penduduk. lebarnya hanya 1,5 meter. tapi jaraknya lumayan. lalu tahun 2012 jalan setapak ini dibuat semacam great wall di cina. karena itu disebut the great wall of koto gadang.

diresmikan januari 2013 oleh tif sembiring, jalur ini kabarnya adalah jalur legendaris yang sering digunakan oleh H. Agus Salim, pahlawan nasional kita yang lahir di koto gadang. well…bangunan ini semacam tribute to beliau lah.

jarak yang lumayan jauh, anak tangga yang jumlahnya ratusan dan curam tentu membuat nafas-nafas ibukota kami berhembus ngos-ngosan. hehehehe…tapi alhamdullilah, nyokap dan bokap yang sudah berumur akhirnya sanggup sampai ke atas, ke koto gadang. informasi aja…kalo di jogjakarta ada kota gede yang penghasil kerajinan perak, maka di sumatera barat ini adalah koto gadang, kota pengrajin perak. sayangnya karena waktu, kami tidak mampir kesana. hanya lewat saja di desa tersebut sambil melihat deretan rumah-rumah adat yang tampaknya sudah nyaris rubuh termakan usia.

Janjang Koto Gadang

Janjang Koto Gadang

Janjang Koto Gadang

Janjang Koto Gadang

Janjang Koto Gadang

Janjang Koto Gadang

Janjang Koto Gadang

Janjang Koto Gadang

Janjang Koto Gadang

Janjang Koto Gadang

Janjang Koto Gadang

Janjang Koto Gadang

Janjang Koto Gadang

Janjang Koto Gadang

Janjang Koto Gadang

Janjang Koto Gadang

dari janjang koto gadang, kami pun lanjut kembali ke pusat kota. tepatnya mengunjungi benteng fort de kock yang sekaligus kebun binatang bukittinggi. benteng peninggalan belanda yang dibangun abad 19 ini masih tampak megah. cukup terawatlah. karena disini sudah dijadikan taman kota oleh pemerintah daerah setempat. di beberapa sisi, bisa dilihat juga beberapa meriam.

Benteng Fort de Kock

Benteng Fort de Kock

Benteng Fort de Kock

Benteng Fort de Kock

Benteng Fort de Kock

Benteng Fort de Kock

Benteng Fort de Kock

Benteng Fort de Kock

ada banyak jenis burung di sekeliling benteng dari elang laut sampai burung kakatua. semua tampak sehat dan terawat. dari benteng, kita bisa melewati jembatan limpapeh. dari atas jembatan ini kita bisa melihat bukittinggi skyline….kota sederhana yang indah dikaki gunung.

Jembatan Limpapeh

Jembatan Limpapeh

Jembatan Limpapeh

Jembatan Limpapeh

Jembatan Limpapeh

Jembatan Limpapeh

Bukittinggi from Jembatan Limpapeh

Bukittinggi from Jembatan Limpapeh

di kebun binatang bukittinggi, ada juga rumah adat banjuang. kita bisa berfoto di rumah adat minang ini. bisa juga masuk ke dalam. tapi kami putuskan untuk berfoto-foto saja di luar. jujur…hari itu perjalanan kembali k padang cukup jauh dan mash beberapa tempat lagi ingin kami datangi. oya…di kebun binatang ini pun cukup banyak isinya. ada gajah sumatra, rusa, banteng dan lainnya.

Di Kebun Binatang Bukittinggi

Di Kebun Binatang Bukittinggi

Di Kebun Binatang Bukittinggi

Di Kebun Binatang Bukittinggi

dari kebun binatang, kita tinggal jalan kaki menembus pasar selama 5 menit untuk kembali tiba di lapangan jam gadang. suasana siang jam gadang berbeda dengan di malam hari. siang hari lebih sepi. mungkin karena udara yang sedang lembab-lembabnya dan matahari yang menyala garang.

Jam Gadang

Jam Gadang

Jam Gadang

Jam Gadang

Jam Gadang

Jam Gadang

di seberang jam gadang adalah istana bung hatta yang dulunya setelah kemerdekaan dijadikan istana wakil presiden oleh beliau. eh…gak perlu dikasih tau kan siapa itu bung hata? πŸ˜€

Istana Bung Hatta

Istana Bung Hatta

Istana Bung Hatta

Istana Bung Hatta

setelah dari lapangan jam gadang, kami pun kembali ke hotel tepat pukul 12 siang. merapikan kembali tas pakaian dan check out dari hotel untuk melanjutkan perjalanan.

dan rasanya sudah tepat bila siang itu, kami mencicipi itiak lado mudo yang ternama itu. hehehe….

dan dengan pemandangn ngarai sianok yang hijau itu, kamu pun makan bersama dengan nikmatnya :p

Makan Siang di Ngarai

Makan Siang di Ngarai

Selamat makan :)

Selamat makan πŸ™‚

Itiak Lado Mudo

Itiak Lado Mudo

setelah makan, kami melanjutkan perjalanan. sedikit memutar untuk mampir ke daerah tanah datar. yaitu ke goa ngalau indah. sebuah gua alami di bukit ngalau yang isinya adalah batuan stalagtit & stalagnit. sekilas batuannya berwarna warni akibat aliran sungai dan air hujan yang mengalir dari celah-celah gua. bentuknya pun beragam. ada yang disebut batu kelambu segala karena bentuknya macam tirai kelambu. di dalam gua pun bermukim para kelelawar. tenang….mereka gak jadi batman kok kalo malam πŸ˜€

Goa Ngalau Indah

Goa Ngalau Indah

Goa Ngalau Indah

Goa Ngalau Indah

Goa Ngalau Indah

Goa Ngalau Indah

Goa Ngalau Indah

Goa Ngalau Indah

Goa Ngalau Indah

Goa Ngalau Indah

dari sana, kami pergi ke lembah harau. ini another canyon lah….iya, sumatera barat ini punya begitu banyak lembah. karena punya bukit barisan πŸ˜€ *sok tau* *selftoyor*.

lembah harau ini bisa banget jadi tempat panjat tebing lho. tingginya bisa sampe ratusan meter. keren lah pokoknya. ada air terjun juga. kecil sih…tapi airnya lumayan deras. mungkin karena waktu kesana pas lagi sering ujan. ada juga batu echo…alias kalo teriak menghadap batu ini suara kita bisa bergema gitu satu lembah. di daerah ini juga monyet-monyet hidup bebas. menari-nari dari satu dahan pohon ke lainnya. keren!

kalo mau ngerasain hidup kembali ke alam pun bisa. sudah ada beberapa penginapan sederhana disini. bayangkan….di malam hari, hanya kita dan alam.

dI Lembah Harau

dI Lembah Harau

dI Lembah Harau

dI Lembah Harau

Lembah Harau

Lembah Harau

Air Terjun Lembah Harau

Air Terjun Lembah Harau

sore itu pun kami melanjutkan perjalanan panjang ke kota padang. diguyur hujan sepanjang jalan via padang panjang. hiks….bahkan tak sempat mampir ke lembah anai, air terjun yang indah itu, karena sudah terlanjur gelap dan hujan deras. jalan lintas daerah di sumatera barat ini rata-rata membelah pegunungan, jadi serba berkelok dan pada saat hujan tentu menjadi lebih berbahaya.

kami tidak di kota padang kira-kira jam 8 malam. lelahnya luar biasa. dan hujan membuat pertahanan tubuh kami pun semakin lemah. nyokap dan bokap segera beristirahat, sementara saya malah bikin janji dengan kawan yang kemudian membawa saya melihat kehidupan malam di kota padang. hahahaha….saya dibawa ke sebuah klab malam gitu deh. dengan live music dan DJ. astaga!! hahahaha…..

lewat sedikit tengah malam, saya kembali ke hotel. beristirahat untuk impian pergi island hopping esok hari di pesisir selatan.

*to be continued