(Mungkin) Ini Surat Cinta Untuk Kamu


Dear Kamu,

mungkin ya ini namanya surat cinta. mungkin juga sekedar catatan untuk mengenang pertemuan kita kembali setelah 2 tahun tidak ada komunikasi. mungkin.

entahlah…sesungguhnya aku gak tau pasti ini apa. aku hanya merasa. itu saja. tapi coba aku jelaskan atau coba aku gambarkan sedikit rasa ini. sebelum aku lupa seperti biasa.

yang aku ingat dari kita adalah bagaimana kita pernah saling mengenal, dekat dan bersahabat, lalu saling terlibat. dalam level persahabatan, mungkin kita bisa dibilang sahabat dekat. kita banyak berbagi cerita masa lalu, visi masa depan, cerita keluarga dan banyak hal lainnya. dalam level percintaan, mungkin tanpa sadar kita pun saling sayang. meski tidak pernah ada diantara kita yang secara terang-terangan berani bilang.

rindu mungkin yang membuat kita memutuskan untuk bertemu. iya…jujur saja aku rindu. sejak gak ada kamu, rasanya aku gak punya teman berbagi lagi. semua yang datang hanya singgah sebentar dan berlalu. tanpa memberi waktu untuk mengenalku.

kamu mungkin datang pertama kali disaat yang tepat. ketika tubuh ini melemah dan butuh bahu bersandar. ketika hati ini masih remuk redam dan butuh penguatan. pada bahumu aku pernah sekali menitipkan kegalauanku. pada pelukmu aku pernah titipkan keresahanku.

kita bicara tapi tak pernah benar-benar saling terbuka. banyak waktu aku hanya mengira apa yang akan membuatmu bahagia. banyak waktu aku tak bisa meminta apa yang sesungguhnya aku inginkan dari kita. kita hanya saling kira-kira. lalu semua terjemahan sekenanya pun membuat kita berselisih. dan berakhir dengan saling kesal.

“kenapa mau ketemu aku? kangen ya?”

“iya…kangen sama kamu”

“apa yang bikin kamu kangen?”

“ya ini….obrolan kita dan gimana hangatnya kamu”

seumur hidup rasanya gak pernah ada yang bilang aku itu hangat. aku mungkin perempuan paling cuek, gak sensitif yang pernah ada. aku mungkin perempuan dengan mentality laki-laki. tapi kamu bilang aku hangat. dan itu…sesuatu.

aku nggak tahu harus tulis apa. semesta ini sering sekali mengerjai kita. mempertemukan tanpa pernah menjelaskan untuk apa. entahlah…biar saja aku simpan semua. biar saja aku kenang semampunya.

aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaan orang-orang terdekat di hatiku, untuk kamu pun begitu. semoga kamu selalu tahu.

kalo kita sayang sama orang, kita harus selalu bilang. sebelum waktu dan kesempatan jadi terbuang. kita gak pernah saling bilang. dan waktu sudah terlanjur terbuang.

mungkin waktu memberi kita bonus. untuk bertemu kembali dan saling melebur rindu. tapi hidup mengajarkanku untuk terus maju. waktu tidak lagi mengajarkanku cara menunggu.

maka biarkan aku tersenyum sekali lagi. mengenang lembut pertemuan kedua bibir kita malam itu. merasakan hangat mengaliri seluruh tubuhku sekali lagi. atas nama kenangan masa lalu. dimana kita telah sama-sama berenang di dalamnya malam itu. dan bagaimana kita tidak pernah memutuskan untuk berenang bersama sampai ke tepian. dan bagaimana kita akhirnya tenggelam dalam ketidakberanian kita.

Dari aku yang masih menyimpan sebuah kenangan 🙂

Advertisements