Romantisme Rectoverso


rectoverso....menemani perjalanan Lombok - Gili

rectoverso….menemani perjalanan Lombok – Gili

rectoverso….

salah satu karya Dee yang paling dekat di hati saya. mungkin karena menemani saya pada perjalanan emosional ke Lombok – Gili bulan november lalu. iya…saya membacanya ulang selama 5 hari perjalanan itu. dan berkali menitikkan air mata.

11 cerita dalam rectoverso membangkitkan sebuah romantisme dalam diri saya yang banyak tergerus kekejaman ibukota ini. saya merasa begitu dekat dengan setiap tokoh dalam 11 cerita itu. dan kemarin, saya melihat semua dalam bentuk visual.

rectoverso diangkat ke layar lebar. hanya 5 cerita yang dijadikan film. iya…4 diantaranya saya sangat tergila-gila. malaikat juga tahu, curhat buat sahabat, hanya isyarat dan firasat. maaf…untuk cicak di dinding, saya sejak membaca pun kurang tergila. sampai detik saya merasa harusnya peluk yang ada disana.

disutradarai oleh 5 orang perempuan hebat. iya…ini film perempuan, dibuat prempuan, tapi untuk semua gender. karena mengangkat tema sentral, cinta. dan cintalah yang paling universal.

saya jatuh cinta pada abang yang dimainkan lukman sardi dengan indah. tanpa perlu banyak berkata-kata, tokoh abang dalam bayangan saya pun hadir secara visual. dan berhasil membuat saya berkaca dan bersesegukan diakhir cerita.

kharisma dan cinta seorang bunda pun berhasil divisualisasikan oleh dewi irawan. aktris lawas ini seperti membuat come back. luar biasa. dan tentu banyak aktor dan aktris lain yang bermain apik di film ini. semua mendukung indahnya tiap cerita.

hanya saja…rada sedikit kecewa karena film ini, meski film omnibus, ternyata digabungkan menjadi satu kesatuan. menjadikan alurnya berjalan seirama. ketika klimaks, klimaks pun bersamaan. ah…jujur, saya pun jadi kehilangan getar yang saya dapatkan ketika membaca masing-masing cerita.

menurut saya tiap cerita perlu pemahaman tersendiri. dan ketika digabungkan menjadi saya. beberapa cerita jadi kehilangan getar dan gelegar yang seharusnya. karena yah…saya ingat bagaimana saya membaca firasat dan berhasil mewek. tapi di film, saya kehilangan rasa ingin itu.

overall….semua karya Dee wajib dibaca dan juga ditonton. ada pesan tersurat disana. ada romantisme yang akan terus mencukupkan kita. yah…i’m an a-dee-ction 😀

of course…saya akan nonton film ini berkali lagi. kenapa tidak? ketika isinya berbicara tentang cinta?

Advertisements