#KLMalaccaTrip – Day 5 & 6 – KL City Tour & Saying Goodbye to Malaysia


hidup yang berkualitas adalah hidup yang seimbang antara kerja dan liburan šŸ˜€ – #AyaQuote

29 January 2013

pagi itu saya terbangun dari tidur lelap selama 10 jam. hahahaha…..gila juga. semacam membayar hutan tidur selama di KL. setelah mandi, saya pun merapihkan kembali isi backpack. lalu berpamitan dengan owner Oriental Riverside Guest House. dan meminta arah menuju bus stop terdekat untuk kembali naik bus no. 17 ke Melaka Sentral. saya sampai tidak sarapan, karena tetiba ingin cepat sampai KL agar ada waktu untuk berkeliling sendiri. maklum…hari itu hari terakhir saya bisa jalan-jalan, karena esok siang akan kembali ke Jakarta.

oya…Oriental Riverside Guest House is fully recommended. berperingkat 5 di akomodasi B&B Inns di tripadvisor, guest house ini membuktikan bahwa mereka memang baik, dari segi pelayanan atau pun segi akomodasi. lagipula harganya cukup murah. untuk sekitar Rp 200rb mendapat kamar ber-AC yang nyaman dan bersih, meski harus sharing bathroom dan tidak dapat sarapan. tapi kopi dan teh bisa self service setiap saat kok.

dari Oriental, saya berjalan menyusuri sungai ke arah Kampung Morten, semacam perbatasan antara Melaka Lama dan Melaka Baru yang lebih modern dengan gedung bertingkat, mall dan hotel berbintang. disana saya mencari Universitas Tekhnik Melaka yang didepannya adalah haltu bus. menunggu sebentar saja, bus pun datang. dengan membayar RM1, saya sampai di Melaka Sentral dan langsung ke booth Transnasional Bus. keberangkatan kembali saya seharusnya jam 1 siang, sementara saat itu baru jam 11 siang. saya diminta membayar tambahan RM0.50 saja. ah…tak apa, saya pun membayarnya dan bisa naik bus selanjutnya. daripada menunggu sampai jam 1 siang.

tak sampai 30 menit bus saya pun diberangkatkan. iya…sepanjang perjalanan pun saya tidur :D. sampai akhir kira-kira 2 jam kemudian tiba kembali di TBS (Terminal Bersepadu Selatan). saya pun mengabari Yus rencana saya untuk berkeliling KL sendiri. dia pun tidak keberatan karena hari itu hari kerja dan siang itu dia berada di kantor. maka saya pun naik LRT dari TBS sampai ke Stesen Hang Tuah. entah betul salah…nekad saja. tujuan saya sebetulnya adalah mencari tempat naik bus Hop On Hop Off KL, bus yang memudahkan kita untuk berhenti dan turun dimana saja di jalur wisata kota KL selama 24 jam dengan hanya membayar tarif 1 kali.

akhirnya saya putuskan untuk ke Bukit Bintang atau Bintang Walk. dari Stesen Hang Tuah, saya naik monorail saja ke Stesen Bukit Bintang. hahahaha…..now, i’m officially tried all means of transportation. i ā¤ it…naik monorail pada stesen transfer seperti Stesen Hang Tuah adalah gratis. tidak perlu keluar dari Stesen, tinggal pindah platform aja kok.

sesampainya di Bukit Bintang Stesen, saya berjalan sedikit saja ke depan Butik Zara, disana ada sebuah meja promo yang menjual tiket Hop On Hop Off Bus. harganya RM38 per orang. nanti bisa turun di 20 titik selama perjalanan. untuk lengkapnya bisa search di google yah. mereka ada website kok yang memuat map perjalanan juga.

lalu seperti seorang turis nyasar, saya pun naik bus bertingkat itu. beberapa armada bus memiliki outdoor seating, tentu untuk melihat kota lebih baik. beberapa lagi hanya indoor seating saja. bus besar ini ber-AC, bersih dan didalamnya juga diputar rekaman informasi untuk highlights setiap tempat penting yang dilewati, juga dengan 2 bahasa: Melayu dan Inggris. selain itu juga ada beberapa brosur atau pun peta yang bebas kita ambil dan bawa pulang, bila perlu.

berikut beberapa hasil tangkapan Keanu, 650D saya selama perjalanan dengan bus menyenangkan ini:

Dataran Merdeka

Dataran Merdeka

Taman Tasik Perdana

Taman Tasik Perdana

Dataran Merdeka

Dataran Merdeka

 

KL Tower after sunset

KL Tower after sunset

sore itu saya sempat berhenti di Suria KLCC. nongkrong bentar minum kopi. tak lama Yus datang dan bergabung, meski hanya sebentar. setelah itu kami pun berpisah lagi. sialnya…saat itulah kamera saya mati kehabisan baterai. hiks….maka sisa perjalanan sore itu, saya hanya bersenjatakan kamera dari android. tidak puas memang….tapi tak mengapa.

dari Suria KLCC saya kembali naik bus Hop On Hop Off sampai Bukit Bintang. pusat perbelanjaan ini semakin malam semakin ramai dan berwarna. disana saya bertemu lagi dengan Yus yang kemudian membawa saya makan malam di daerah Kampung Baru. Kampung Baru adalah daerah di pusat kota dimana banyak orang-orang pertama di Kuala Lumpur bermukim. daerah ini kabarnya sudah banyak dilirik oleh developer apartemen mewah, tapi tidak berhasil menggusur warga Kampung Baru. hahahaha…entah lah.

di Kampung Baru banyak berjejer warung makan lokal yang menjual Nasi Lemas khas Malaysia itu. kami mampir ke warung suraya. masakannya lebih ke arah seafood, dengan percampuran rasa Melayu dan pengaruh masakan Thailand yang cenderung pedas dan segar. malam ini, untuk menghilangkan lelah, saya memesan semangkuk Mee Celup, yaitu mie yang berisi daging, paru, babat, sayuran dalam kuah yang segar sedikit pedas macam tom yam. hmm….enak. seketika pun saya merasa segar kembali.

yah….gak banyak yang bisa saya ceritakan. setelah makan malam, kami pun kembali ke apartemen Yus. saya lalu sibuk mengepak ulang koper untuk kepulangan esok.

30 January 2013

pagi itu Yus membangunkan saya ketika dia pergi ke kantor. lalu dia berjanji akan bertemu saya begitu saya sampai di KL Sentral nanti. penerbangan saya jam 4 sore, tapi rasanya sudah tidak ada waktu untuk berkeliling lagi. iya…saya takut telat. karena LCCT letaknya cukup jauh. maka pagi itu saya hanya sarapan pastel kari yang ditinggalkan Yus. setelah mandi dan bersiap, saya pun minta Yus mengirimkan teksi untuk mengantar saya ke Stesen Sri Rampai.

sampai di Sri Rampai, saya langsung naek LRT ke KL Sentral. di kereta seorang bapak, warga Malaysia menegur saya. mungkind dia pikir saya TKW. padahal saya sudah keren pake jaket kulit segala lho. dia bertanya apakah saya mau pergi cuti. saya bilang saya turis, mau kembali dari liburan di KL. lagi dengan asiknya dia bilang dia sering bolak-balik Jakarta dan kerjasama dengan perusahaan Jakarta di bidang konstruksi. bahkan dia menawarkan saya untuk bergabung di perusahaannya. iya…dia memberikan business card. dan daripada dia sangka saya TKW, saya pun memberikan business card saya. dan dia pun tahu saya seorang PR di hotel bintang 5. pfffttt….

satu hal yang sedikit menyakitkan bagi saya sebagai warga negara Indonesia adalah ketika si bapak bercerita karena seringnya dia bolak-balik Jakarta, dia bahkan punya KTP, yang hanya dibuat dengan membayar Rp50rb saja. dia bilang gini,”gampang kali ya jadi warga negara Indon”. ya…dia bilang begitu. dan seketika hati saya tertancap pedang tajam. sedih, kesal, murka. rasanya kita sebagai bangsa telah diinjak kepalanya oleh bangsa lain hanya karena kebobrokan sistem pemerintahan kita. ah….saya gak mau bicara politik disini. hanya ingin mengungkapkan kesedihan saya dan kekecewaan saya, ketika nama bangsa saya coreng di negeri orang karena kelakuan beberapa oknum pemerintahannya. sayang sekali…padahal kita jauhg lebih ‘kaya’ dari mereka.

sampai di KL Sentral, Yus sudah berdiri di gerbang. kami pun berpelukan dan berpamitan di sana. saya sangat berterima kasih atas sambutan Yus selama saya di Kuala Lumpur. it’s good to know that you have a friend. meski mungkin seandaikata ada next visit saya akan tinggal di guest house saja. gak enak juga merepotkan orang. semoga saya meninggalkan kesan baik pada Yus. dan tentu…semoga waktu akan mempertemukan kami kembali. entah saya yang ke Malaysia atau Yus yang ke Indonesia.

dari KL Sentral saya naik Bus Express ke LCCT dengan membayar RM10 sekali jalan. perjalanan ke LCCT memakan waktu sekitar 1 jam. sesampainya disana saya melihat perbedaan yang besar sekali antara KLIA dan LCCT. tentu namanya juga bandara untuk low cost carrier, lebih mirip terminal bersepadu selatan atau KL Sentral. untunglah saya naik maskapai AA, jadi bisa check in di mesin otomatis dan bisa membawa 1 koper saya itu ke kabin tanpa perlu masuk checked baggage. ini jelas menghemat waktu dan tenaga setelah melihat antrian yang panjang sekali.

jam 4 sore waktu setempat, pesawat pun boarding. ini adalah akhir perjalanan 6 hari saya di Malaysia. ini adalah saatnya saya pulang.

*Dan berterimakasihlah pada semesta yang selalu mencukupkan kita šŸ™‚ – #AyaQuote

Advertisements