#KLMalaccaTrip – Day 2 – Kabut Dingin Genting Highlands


berjudi boleh aja, tapi jangan pulang tinggal kolor doank ๐Ÿ˜€ – #AyaQuote

26 January 2013

hari kedua di KL. iya…selama di KL, gw menginap di apartemen Yusliza di daerah Wangsa Maju. sebenernya tidak jauh dari pusat kesibukan KL. yah…mungkin kalo dari segi jarak seperti dari rumah Rawamangun ke Thamrin lah. tapi di KL, semua bisa dijalani dalam waktu yang lebih singkat. baik dengan LRT atau berkendara mobil pribadi. itu yang menyenangkan. betapa efektifnya hidup di KL. waktu tidak memburu kita, kita yang menikmati waktu.

hari itu saya sudah berencana dengan Yus akan ke Genting Highlands. dataran tinggi yang isinya casino, hotel bintang 5 dan taman bermain canggih. hahahaha….sempar terpikir pun untuk mengadu keberuntungan di mesin jackpot atau meja roulette. toh, meski di KTP muslim, saya kan turis. jadi bebas masuk ke casino. tapi yah….sayang juga duitnya. soalnya saya cuma bawa sekitar RM700 selama perjalanan ini. sebenernya dari segi jumlah udah banyak tuh, untuk orang yang tidak keluar biaya hotel dengan menginap di rumah kawan. tapi toh saya paham…saya suka gelap mata kalo udah urusan belanja oleh-oleh :D.

one morning view from Setiawangsa LRT Stesen

one morning view from Setiawangsa LRT Stesen

kami bangun rada kesiangan. ya iya…abis maen ke HRC KL sih :p. tapi toh itu tidak masalah banget. karena kata Yus, jarak dari apartemen dia ke Genting hanya sekitar 1 jam dengan bus. kami pergi ke stesen Setiawangsa yang dekat dari apartemen lalu naik LRT ke stesen Gombak, stesen terakhir dengan membayar hanya sekitar RM2 seorang. di Gombak, ada loket penjulan tiket bus ke Genting – Resort World Hotel. Yus membeli 2 tiket bus termasuk skyway (cable car) untuk sekali jalan. cuma RM9.40 seorang sekali jalan. sebenarnya bisa beli tiket bus saja. tapi disana harus beli lagi tiket cable car. beli paketan dengan makan siang juga bisa. beli return pun bisa. basically, bisa apa saja. tapi saya dan Yus kan sampai di Gombak sudah siang, jadi kami pilih yang sekali jalan saja dulu, dengan perhitungan belum tahu akan kembali jam berapa. untuk lengkapnya, boleh cek ke website Resort World Genting

bus-nya besar, kira-kira 40 seats. cukup mewah alias kursinya empuk, AC pun dingin. hehehehe….betah dah pokoknya. tak lama menunggu setelah beli tiket, bus pun langsung jalan. tidak begitu penuh dalam bus. sekitar satu jam, sampailah kami di stesen skyway alias tempat berpindah ke cable car. begitu cek bebi cek…astaga!! ramenya….-__-”

antrian panjaaaaannnngggg naik Skyway

antrian panjaaaaannnngggg naik Skyway

ternyata antrian sudah sangat panjang. beragam ras manusia ada disana. dari Malay, bule, Arab, Cina sampe beberapa saya dengar berlogat Medan. hehehehe….kata Yus menjelang Chinese New Year, Genting biasanya akan lebih ramai. kami pun ikut antrian dan makan waktu sekiranya 1 jam sampai kami berada di dalam cable car. pfffttt….. *lap keringat*

pose sebelum naik skyway :D

pose sebelum naik skyway ๐Ÿ˜€

pose di pojokan skyway no. 63 :D

pose di pojokan skyway no. 63 ๐Ÿ˜€

jejeran skyway....

jejeran skyway….

perjalanan dengan sky way atau cable car kira-kira 20 menitan aja. dengan pemandangan KL dari jauh, dibawahnya hutan hijau. ditemani juga dengan suara alam. keren!! dan sampai hampir keatas pun tambah keren karena tetiba kita gak bisa liat apa-apa karena gerimis dan berkabut tebal. hahahahaha……Yus yang takut ketinggian beberapa kali meringis. sementara saya terus tersenyum gembira aja.

sampai di Resort World Genting, kami cari makan. Yus ingin menemukan warung mamak yang pernah dia datangi. iya…karena resto di Genting harganya mahal. dan tentu, kami ingin menghemat, seandainya harus kembali sore itu dengan naik teksi kalo bus ternyata sudah tidak beroperasi. oya…warung mamak itu sebutan untuk warung yang menjual makanan lokal, macam warteg lah kalo disini. rada susah mencarinya, karena sekeliling adalah kabut. jarak pandang cuma 5 meter. hahahaha….kami kesana kemari gak jelas. sampai akhirnya ketemu kantin karyawan Resort World yang macam food court dengan pilihan makanan lokal dan selera Indonesia. kami pun segera makan siang dengan mengeluarkan kocek sekitar RM7 per orang untuk nasi lengkap dengan lauk pauk dan minum yang enak. ย hehehehe…harusnya kami gak boleh ke kantin karyawan, itu kan restricted area gitu lho. tapi cuek lah…udah kepalang kelaparan :D. saya pun mencuri dengar beberapa orang karyawan yang sedang makan. beberapa dari mereka bicara Bahasa Indonesia lho.

dari makan siang, kami pun kembali berkeliling di tengah gerimis. melihat Genting Outdoor Theme Park, Indoor Theme Park, dll. keliling sanaย sini. tadinya saya sempat berniat untuk main, tapi kok ya mahal ya? *garuk jidat*. lebih dari RM50 untuk outdoor theme park. lagian kami datang sudah siang…sayang juga kalo bayar mahal dan cuma main sebentar. lalu saya putuskan untuk keliling saja, poto-poto dan lihat-lihat. berikut beberapa keceriaan di Genting Highlands.

This slideshow requires JavaScript.

oya….di Genting ini ada 2 theme park, indoor dan outdoor. yang outdoor tentu lebih seru. bisa main-main seharian di udara sejuk. ada roller coaster dan permainan menantang adrenalin lain, selain tentu permainan khas theme park macam komidi putar :D. untuk yang indoor isinya ada cinema, restoran, toko-toko pakaian, permainan, ripley’s dan banyak lagi. pilihan ya tergantung kalian. untuk yang outdoor masuknya bayar, tapi yang indoor bisa masuk gratis, tapi kalo mau main harus bayar. di Genting juga sering ada pertunjukan musik atau teatrikal. artis-artis Asia gitu lah. dan jelang Chinese New Year mereka punya banyak pertunjukkan. oya…jangan lupa, disini juga ada Casino yah. silakan main sepuasnya, tentu kalo punya banyak uang dan kira-kira punya Dewi Fortuna. hehehehe…jangan sampe balik tinggal kolor aja :p.

pose bersama Yus di Skyway Station setelah lelah keliling Genting

pose bersama Yus di Skyway Station setelah lelah keliling Genting

sore, sekitar jam 4an, kaki kami mulai lelah dan kami putuskan untuk pulang. kembali naik skyway atau cable untuk turun, setelah membeli tiket one way ke bawah. jam 5 kurang, kami sampai dan tak lama bisa langsung naik bus. gak sampai satu jam kami sudah kembali sampai di stesen Gombak. buset!! itu supir bus Genting luar biasa ngebut. padahal jalan yang dilalui itu turunan lho. Yus aja selama perjalanan sempet beberapa kali ngeluh, sementara saya malah sempet beberapa kejap merem :D.

sunset dari Setiawangsa Stesen, after visiting Genting Highland

sunset dari Setiawangsa Stesen, after visiting Genting Highland

pose di sore hari di Gombak Stesen

pose di sore hari di Gombak Stesen

ini RapidKL LRT, kereta cepat yang keren

ini RapidKL LRT, kereta cepat yang keren

dari Gombak, kami kembali naik LRT ke Setiawangsa tempat Yus memarkir mobil kecil mungilnya. lalu kembali ke apartemen untuk beristirahat sebentar karena malam itu saya ada janji bertemu Joseph, teman lama waktu kerja di proyek konstruksi dulu di Jakarta. dia WN Philipina, kerja jadi engineer di project-project, pindah sana sini terus dan kini ada di KL. iseng saja saya janjian bertemu. kenapa nggak? meeting an old friend is always nice. silaturahmi kan penting :D. oya…info aja, naek LRT itu tergantung sejauh mana, alias dihitung dengan jarak. seberapa banyak Stesen yang akan kita lewati. yah…kira-kira gitulah. pokoknya sekitar RM1-2 lah. gak mahal kok, mengingat enaknya naek LRT dan ketepatan waktunya.

setelah beristirahat sejenak, mandi, kami pun berkendara lagi ke tengah KL. janjian dinner dengan teman Yus di sebuah bar thailand di Changkat, daerah Bukit Bintang atau Jln. Alor yang terkenal dengan jejeran bar dan restoran. suasananya sangat mengingatkan saya pada kesibukan Jalan Legian di malam hari. ah…pulau itu dan segala riuh malamnya. selalu buat rindu siapa pun yang pernah kesana. tapi Changkat pun lumayan. untuk ukuran harga ya termasuk okelah. masih bisa dibilang harga turis gitu. dan disini pun semacam tempat semua tumpah ruah, dari turis sampai muda-mudi lokal yang sekedar ingin bersantai menikmati dunia gemerlap malam. di resto baan26, saya bertemu dengan Joseph. yah..sekedar catching up aja. sehabis itu kami pun lanjut berdansa di havana club. aduuuhhh…pikir-pikir kalo gaya wisata saya keluar masuk resto dan klab malam, bisa pake kolor doank saya pulang :p. tapi mau gimana ya…rada gak enak untuk nolak ajakan Yus sebagai host. maka saya pun ikut saja.

malam itu kami semua bersatu dalam irama musik, aroma alkohol dan malam sejuk di KL :). dan seketika itu ada rindu yang terkirim melalui pesan blackberry messenger saya.

*to be continued

Advertisements