#KLMalaccaTrip – Day 1 – Kunjungan Bersahabat


traveling is a passion of life. it flows happiness through my blood. without it, i’ll be a numb bored 😀 – #AyaQuote

25 January 2013

sehari setelah ulang tahun ke 32, saya pergi juga ke Malaysia. rasanya sudah lebih dari 10 tahun tidak ke negeri tetangga ini. iya…saya pernah kesana semasa 97, bersama sekolah waktu itu. dan yah….sudah lama pun saya tidak ke luar negeri. well…alasan kesibukan dan tabungan yang belum mencukupi.

salah satu tujuan ke Malaysia kali ini adalah berkunjung ke tempat Yusliza, rekan bridesmaid semasa wedding Amy di Bali, Juli 2012 lalu. kami jadi akrab semasa wedding week itu dan serasa sudah saling mengenal sejak lama. well…wedding brings out new friendship, indeed. disamping itu, berhubungan dengan rencana apply visa kunjungan ke Finlandia, rasanya lebih sah kalo di paspor saya at least ada satu cap dari imigrasi negara lain yang berarti bahwa paspor saya pernah digunakan sebelumnya. hahahaha…i know, mungkin perkiraan saya salah. tapi terserah. saya memang pengen aja. memilih Malaysia ketimbang Singapore, karena toh di negeri tetangga yang satu ini punya rumpun yang sama dengan kita. dan selain perkotaan modern, Malaysia pun menawarkan wisata budaya yang menarik dengan beragam ras yang menetap disana. ada Cina, Melayu, India dan orang-orang Eropa. tentunya akan sangat menarik, melihat a melting pot of culture.

hari itu penerbangan saya jam 9 pagi. dan seperti perjalanan lainnya, saya naik bus damri ke airport. satu-satunya transportasi massa yang menurut saya paling mumpuni di Indonesia. selalu bersih, cepat, terpercaya, murah dan dingan AC-nya. satu jam perjalanan dari rumah, jam 8 saya sudah ada di terminal 2D dan check in di counter Lion Air. iya…saya sudah lama tidak terbang dengan JT dan pernah bilang bahwa gak mau naek JT lagi. hehehehehe….satu hal, pesawat mereka sering delay dan maskapainya sangat sempit, minim sekali ruang untuk kaki. semacam metro mini-nya maskapai penerbangan. hehehehehe….

tapi hari itu saya spekulasi saja. dengan pertimbangan bahwa penerbangan pertama, pagi, biasanya jarang sekali delay. dan karena harganya yang waktu itu jauh lebih murah dari penerbangan AA. yah…saya sudah mempersiapkan keberangkatan ini sejak bulan Oktober. dan juga karena JT mendarat di KLIA, bukan LCCT. hal ini memberikan saya kesempatan melihat airport internasional.

semua proses check in lancar, imigrasi lancar. jam 8:30 saya sudah di boarding lounge siap berangkat. jam 9:00, pesawat pun boarding. penerbangan memakan waktu kurang lebih 2 jam, sama seperti ke Lombok. selama perjalanan saya habiskan untuk tidur saja.

setiba di KLIA, saya seperti orang norak luar biasa. macam orang kampung. hahahaha…..melihat KLIA yang begitu besar dan megah. dengan fasilitas layaknya airport internasional. well…menurut saya Soetta sudah sangat ketinggalan jaman yah. di KLIA, saya sempat bingung harus kemana untuk ambil bagasi dan imigrasi. ternyata….oh ternyata. si norak ini betul-betul malu-maluin di negeri orang. hahahahaha…. *menertawakan diri sendiri*. dari terminal kedatangan saya harus naik kereta cepat ke gedung berikutnya untuk ketemu imigrasi dan ambil bagasi. #eeaaa…. *ditimpuk massal*. norak sekali awak nih ternyata :p

melewati imigrasi pun lancar. periksa paspor, tiket kembali, cek sidik jari dan ditanya sedikit tentang kunjungan. setelah itu barulah menuju ban berjalan tempat semua bagasi siap kembali diangkut. perjalanan ini saya membawa 1 koper sedang dan menggendong backpack. setelah collect baggage, saya menghubungi Yusliza via whatsapp. sebelumnya dia siap menjemput saya di KL Sentral, pusat terminal kereta dan bus dalam kota. sayangnya hari ini jum’at dan sudah tengah hari, jadi ada break Sholat jum’at selama 2 jam yang biasanya mengakibatkan beberapa layanan dihentikan sementara dan jalan-jalan akan lebih ramai dari siang biasanya. maka batallah saya dijemput Yusliza di KL Sentral.

santai di KLIA Express yang legaaaaa....

santai di KLIA Express yang legaaaaa….

jarak KLIA dengan kota Kuala Lumpur termasuk jauh. dengan bus bisa sampai 1 jam perjalanan. dengan KLIA express, kereta cepat tanpa stop, hanya 28menit saja. rada kaget juga sih…kok bisa memastikan 28 menit sampai di KL Sentral. tapi balik lagi…ternyata hitungan itu tidak main-main. tepat 28 menit pun saya sampai di KL Sentral. untuk naik KLIA express biasanya cukup mahal, RM35 per orang untuk one way. tapi kecepatan dan efektifitasnya tidak perlu diragukan.

view from the moving KLIA Express

view from the moving KLIA Express

di KL Sentral, Yus menyuruh saya naik LRT dengan tujuan Sri Rampai Station. hmm…rada bingung harus gimana. KL Sentral itu sangat besar. pusatnya kereta Commuter, LRT, bus-bus Kuala Lumpur. Commuter adalah sebutan untuk kereta listrik yang lebih mengarah ke pinggiran kota Kuala Lumpur. sementara LRT itu kereta listrik yang rutenya memutari pusat kota KL.

dan kembali saya jadi orang paling norak sedunia, melihat pembelian tiket LRT yang menggunakan mesin otomatis. tinggal masukin koin atau uang kertas pecahan kecil dan mendapat token untuk masuk ke platform. woooowww…..saya kemudian kebayang betapa ribetnya di Jakarta kalo mau antri tiket busTJ atau bahkan kereta komuter. hahahaha…call me ‘norak’, but i am!!

inside the fast & reliable RapidKL LRT

inside the fast & reliable RapidKL LRT

cukup membayar RM1.30, saya dapat 1 token untuk tujuan akhir Sri Rampai Station. lalu menunggu di platform. di semua platform station, ada papan elektronik yang menjelaskan berapa lama lagi kereta datang. keren ini!! emang sih…udah ada macam begini juga di shelter busTJ, tapi kayaknya gak pernah precise. kalo ini precise banget. ya iya…karena LRT tidak dioperasikan seorang masinis, tapi dengan kontrol listrik komputerisasi dari station utama. hal ini menyebabkan ketepatan waktu yang luar biasa.

dan saya pun tambah jatuh cinta ketika di dalam LRT melihat kereta yang nyaman. LRT sangat nyaman, bersih sekali dan dingin AC-nya. hahahaha…perasaan kali KRL Express pun kayaknya gak pernah sedingin itu. banyak orang duduk, tapi banyak pun yang berdiri tertib. tiap jelang berhenti di satu station, ada terdengar announcement yang jelas, jadi kita bisa bersiap. selama perjalanan saya baru sadar bahwa jalur LRT itu melawati semua tujuan utama, seperti KLCC. tapi saya tentu belum berani berhenti sembarang station. karena…bawaan saya ini banyak.

sesampai di Sri Rampai Station, Yus sudah menunggu di gerbang dengan mobilnya. lega sekali rasanya. kami berpelukan dan saya pun segera naik ke mobilnya. dari sana, karena telat sekali makan. saya sudah luar biasa kelaparan. Yus membawa saya ke Wangsa Walk, semacam pusat perbelanjaan lokal di daerah Wangsa Maju itu. makan tanpa pilih-pilih di salah satu cafe. tak peduli lah…saya sudah kepalang kelaparan pula.

dari Wangsa Walk, kami langsung ke apartment Yus di Wangsa Maju area. tak terasa hari pun sudah sore sekali. too late for sightseeing. tapi tak apa. saya masih ada beberapa hari lagi. sore itu kami menonton video wedding Amy & Max bersama. iya…membawakan video wedding juga jadi salah satu tujuan saya ke Malaysia.

di KL, matahari terbenam cukup malam, sekitar jam 7an. makanya gak kerasa udah jam 9 aja. hehehe…lagi-lagi harus telat makan malam. malam itu saya pun ikut saja kemana Yus membawa dengan mobil kecilnya yang dijalankan dengan kecepatan diatas rata-rata. ow well…nampaknya di KL, mobil-mobil termasuk bergerak cepat. ngebut…wush…wush…!

Night View of Petronas Twin Tower

Night View of Petronas Twin Tower

Night View of KL Tower

Night View of KL Tower

malam itu kami makan nasi kari di sebuah garden cafe persis seberang dari KLCC – Petronas. dengan background menara kembar yang menjulang itu, kami mengobrol asik bagai 2 sahabat lama. setelah makan, kami berkeliling lagi sedikit. melewati jalan-jalan paling happening di KL saat malam, seperti Jalan P Ramlee, Raja Chulan, dll. sampai akhirnya Yus mengajak saya untuk bergabung dengan teman-temannya di Hard Rock Cafe KL, sekedar minum dan menikmati live music. ow well…why not? mungkin segelas, dua gelas bir bisa membuat tidur saya enak :D.

Across from Hard Rock Cafe KL

Across from Hard Rock Cafe KL

dalam perjalanan pulang lewat tengah malam itu, kami terhadang banyak orang India Tamil yang berkonvoi di jalan. mereka menuju Batu Caves Temple untuk persiapan festival Thaipusam hari minggu. iya….Thaipusam Festival adalah salah satu alasan saya memilih ke Malaysia. karena dengan begitu saya pun bisa melihat budaya disana. untuk lengkapnya tentang Thaipusam, akan saya ceritakan di posting hari ke 3.

*to be continued

Advertisements