Catatan Perjalanan Lombok – Gili #LoGil part 5-end


pengalaman boleh menempa. tubuh boleh menua. tapi hati harus terus belia 🙂 
seingat saya, saya terbangun oleh sebuah mimpi di tanggal 05 november itu. di kamar kecil sendok guesthouse. terbangun kaget dan berkeringat. lalu airmata saya mengalir tanpa bisa ditahan. sesegukan di atas bantal sampai bantalnya lembab dan basah. entah….saya lupa-lupa ingat mimpinya apa. yang saya ingat hanya satu adegan dimana seseorang, laki-laki semacam menculik saya di hari pernikahan saya. ya…sepertinya sih hari pernikahan, karena di mimpi itu saya mengenakan kebaya putih yang ciamik. di mimpi, si laki-laki itu menculik saya hanya untuk menyatakan perasaannya. bahwa dia mencintai saya dan gak rela kalo saya dengan yang lain. ah….absurd. kelewat absurd. tapi entah….saya terbangun sesegukan disana. sendirian di kamar minim ventilasi dan merasa semakin sulit menghirup oksigen yang ada. hati semacam di tusuk-tusuk benda tajam sampai tembus dan berantakan. entahlah…..
dari saat terbangun itu, saya mencoba untuk mengumpulkan kembali akal sehat saya. dan mencoba kembali tertidur. sampai betul-betul terbangun di jam 8 pagi dengan mata yang sedikit sembab. damn!! jeleknya saya gitu…kalo udah nangis, meski sedikit, matanya langsung sembab :(.
tapi lalu saya mengalihkan perhatian saya pada persiapan kepulangan saya. kembali mengepak semua barang di dalam backpack. menggulung tiap pakaian dengan rapih agar semua muat dibawa pulang. termasuk tambahan satu tas lagi berisi berbagai oleh-oleh untuk orang-orang tersayang.
setelah mandi dan beberes, saya pun pergi ke restoran hotel untuk sarapan. duduk di meja menjorok keluar, sambil makan dan melihat keramaian pagi di Senggigi. lalu tersadar…ini hari terakhir saya di Lombok. sebuah pulau yang seperti namanya pedas tapi akan sangat ngangenin. ah….sulit untuk berkata-kata.

Pura Batu Bolong, Lombok

Pura Batu Bolong, Lombok

Me @ Batu yang kabarnya bolong 😀

dan mungkin ini yang bikin namanya Batu Bolong

jam 9 Mas Myster sudah datang menjemput saya. saya sempatkan mengecek kembali semua bawaan lalu check out dari sendok guesthouse. dari hotel, saya sempat berhenti sebentar di Pura Batu Bolong yang ada di pesisir Senggigi. ini pura biasa…tapi menghadap laut, semacam versi kecilan dari Tanah Lot lah. tapi tentu tak seindah dan semegah Tanah Lot di Bali. berfoto sebentar disana sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Mataram. Mas Myster sudah bilang akan membawa saya ke restoran ayam taliwang. iya…saya ingin mencoba dan ingin sekaligus membawa pulang untuk keluarga.
suasana mataram mungkin tidak jauh berbeda dari kota-kota lain. tapi seperti ciri khas kota di daerah yang tidak metropolis, disini sangat jarang ada gedung bertingkat, bukan hutan beton macam ibukota. bangunannya banyak sekali bangunan tua. bangunan barunya dibuat bergaya arsitektur khas Lombok atau Sasak. saya meliwati jalan-jalan utama di Mataram, jalan pusat pemerintahan dan segala kesibukan kota itu. ada gedung kantor walikota, kantor gubernur, bank indonesia dan banyak lagi.

Ayam taliwang di Resto H. Moerad Mataram, Lombok

saya berhenti di Restoran Ayam Taliwang H. Moerad. disini saya mencoba ayam taliwang. satu ekor untuk dimakan sendirian. ah…tak apa lah. saya bisa makan dengan santai kok karena toh waktu ke bandara masih cukup lama.
setelah makan barulah saya melanjutkan perjalanan. menuju bandara. melewati jalan by pass yang besar dan sepi. sambil dibonceng Mas Myster, saya mengingat kembali semua pengalaman sama selama perjalanan ini. lalu bersyukur. Tuhan beri saya kekuatan menjalani ini. dan saya setidaknya berhasil. saya akan pulang sekarang membawa pengalaman perjalanan solo pertama yang tidak akan pernah saya lupakan. sampai tua, sampai mati 🙂

Goodbye Lombok….I will miss it a lot 🙂

sesampainya di bandara, Mas Myster melepas saya sampai pintu masuk bandara. kami berpisah disana. saya masuk ke bandara itu dengan segala bawaan saya. siap untuk perjalanan pulang melalui udara. saya sangat berterima kasih pada Mas Myster. selama perjalanan dia sangat enak diajak bicara. pengetahuannya juga luas, punya visi untuk pariwisata Lombok pula. hebat sekali. mudah-mudahan bisnisnya terus lancar dan suatu hari saya bisa memakai jasanya lagi. silakan kalo kalian ingin menghubungi beliau. orangnya sangat ramah kok.
proses check in yang lancar mempercepat saya sampai ke ruang tunggu. waktu itu masih sekitar 1,5 jam lagi sampai saat boarding. saya sempat ngopi di coffee shop. lalu pindah ke boarding lounge dan menamatkan rectoverso. sekelebat segala kenangan saya di Lombok lewat begitu saja di pikiran. menghantui saya. iya…saya ingin sekali kembali kesini. suatu hari. mungkin tidak lagi sendiri. tapi saya pasti kembali. meski untuk sementara waktu saya akan melihat tempat-tempat lain dulu. tahun depan, bilamana Tuhan mengijinkan, memberi rejeki dan sehat, saya akan pergi ke kuala lumpur dan Malacca, lalu ke Padang dan ke Finland. mohon doanya 🙂
tak terasa menunggu di boarding lounge yang masih sedikit bau cat itu, panggilan naik pesawat pun datang. saya duduk di dekat jendela. memandangi tanah Lombok dan mengucap perpisahan saya. terima kasih untuk 5 hari yang luar biasa. terima kasih untuk pengalaman yang tidak ternilai ini. sesaat itu….saya sangat bahagia.
*the end*
Advertisements