bantal dan sebuah rahasia


bantalnya basah.
lagi, ia menangis diatasnya.
entah karena apa lagi.
basahnya masih tersisa sampai pagi.

lalu aku bayangkan…
tiap tetes hangat dipipinya yang mengalirkan kedukaan
aku bayangkan tiap sesak hati yang buat nafasnya tercekat
aku bayangkan tiap kepingan hati yang kemudian ia punguti

aku memeluknya…
mendekapnya erat di dadaku
agar detak jantungku tenangkannya
agar desah nafasku yakinkannya

ia tak sendiri…
karena aku disana
masih meraja di hatinya yang penuh goresan luka
aku…cinta

dan jangan kau tanya rahasianya pada bantal basah itu
ia tidak akan pernah bercerita
ia hanya penampung air mata

Advertisements