Juli Kembali Ke Bali – Day 4 – My Best Friend’s Wedding


13 July 2012

setelah semalam sempat tidur sekitar 6 jam, tubuh jauh berbeda. iya…beberapa hari sebelumnya cuma tidur 3 jam saja.

pagi itu saya sudah diberi keleluasaan oleh amy untuk menikmati water sport asal tepat waktu ada di venue untuk hari besarnya. iya…jum’at tanggal 13 itu hari yang ditunggu.

saya pun sarapan cepat dan bersiap siaga di dekat resepsionis menunggu jemputan yang rupanya datang sangat tepat waktu jam 9 pagi. dari sana kami berangkat ke tanjung benoa. saya kalo ini water sport dengan sudah membeli vocer sebelumnya dari situs diskonan. lumayan lah…cukup terjangkau.

sampai sana yang pertama dilakukan ya snorkeling. hmm…beda sama waktu snorkeling di pulau pari. disini, di tanjung benoa, tempat snorkeling semacam telah dipersiapkan. tidak se-alami dengan yang di pulau pari. bahkan memang mungkin di tanjung benoa ya cuma itu spot-nya, secara yang snorkeling bejibun…sampe mau tabrak-tabrakan. yah…komersialisasi kira-kira begitu.

setelah snorkeling, istirahat sebentar sambil menunggu giliran untuk parasailing. hmm….pengaturannya agak kacau balau. dan apalagi sebagai turis domestik, saya pun sering dicuekin sama para petugas lapangannya. sial!! giliran bule aja ditegor. itulah yang selalu bikin kesel. insan pariwisata di Bali masih saja mengganggap turis domestik second class. iya….masih diskriminatif. padahal inget gak…waktu abis bom bali sepinya kayak apa. waktu itu turis domestik yg justru meramaikan kembali sampe akhirnya turis asing berani datang. mind set-nya masih belum berubah rupanya, seberap majunya pun pembangunan disana. ini sangat disayangkan.

oke….parasailing yang katanya 5 menit rupanya menghitung 5 menit dr waktu perjalanan juga. alias….begitu terbang gak kerasa sama sekali. ok… kayaknya parasailing mulai gak menarik buat saya. maybe i should try paralayang or paragliding next time. who knows?!

jam 1an saya balik dari benoa. untung jalanan lancar, jadi jam 2 sudah kembali ke hotel. mandi dengan cepat dan berdandan. iya…saya seorang bridesmaid. adalah sebuah kehormatan ketika seorang sahabat meminta saya mendampingi dia di altar pada hari terbesar dalam hidupnya. hari dimana ia mengucap janji sehidup semati dengan seseorang lain yang bersiap untuk mengucap janji yang sama. ya…ini sangat indah. hari itu, saya mengenakan gaun asimetris yang dibuat dari bahan yang dibelikan amy. iya…semua bridesmaid-nya memakai baju dari bahan yang seragam.

waktu pun begitu cepat. sampai baru jam 3:20 kami berangkat dari hotel. iya…hari itu saya, adik saya, mama dan papa yang ikut. semua datang karena amy sangat dekat dengan keluarga kami. saya pun mengingat amy awalnya adalah pacar dari sahabat adik saya. lalu mereka bersahabat ber 3. tapi ketika amy putus dengan pacarnya, amy pun tetap dekat dengan adik saya. sampai dia bertemu saya di jakarta, pada perayaan ultah saya ke 28 di sebuah klab di kemang. berbagi botol tequila yang membuat saya harus memeluk closet. hehehehe…..

mungkin dari sana kita menemukan kesamaan. sama-sama anak malam. sama-sama doyan party. dan ketika ia pindah ke bali, saya lah orang yang dicarinya. kami semakin dekat. berbagi kamar kost pula. bergantian ketika menjamu gebetan datang. lalu suatu pagi kemalingan bersama. party bersama, menangis bersama. berbagi cerita. sampai ia bertemu max, yang awalnya tidak saya tahu persis. lalu saya melihat cinta. begitu banyak. dan max menunjukkan bahwa dia berbeda. mungkin sejak itu, saya pun tahu. ini bukan sekedar pacaran biasa. ketika jarak ribuan kilometer bali dan helsinki bisa diatasi meski hanya sebatas komunikasi intens lewat skype. mereka lalu sering traveling bersama. mungkin hampir tiap 2 bulan sekali. ya…itu menandakan ada semacam urgensi untuk terus bersama, ada rindu yang sudah tidak bisa ditahan lama-lama tanpa berjumpa. lalu pada bulan february 2011, amy pun dibawa ke finlandia. saat yang sama ketika saya kembali ke jakarta, sendirian.

ah….sudah setahun lebih dari saat itu. kini mereka pun berdiri di depar chapel, dihadapan seorang pendeta. mengucap janji setia. saya berdiri di sampingnya. bersama 2 pendamping lain, veera dan yusliza. di seberang, 3 orang pendamping laki-laki, yoni, petteri dan jari mendampingi max. kami pun menyaksikan pemberkatan indah, simple dan penuh cinta. dan dua baris tamu undangan duduk khidmat. yang diantaranya ada Antti.

hari itu pun saya sibuk. sebagai pendamping mengurusi pengantin tentu saja. mengikuti amy kemana pun. dan yah…saat saya memeluk max mengucapkan selamat, air mata saya pun jatuh tak tertahan. saya begitu terharu dan terhura sekaligus. bahagia untuk mereka. untuk cinta. yang awalnya saya sempat ragu masih ada. amy dan saya dulu menangisi laki-laki bersama. kini saya yang menangisi diri saya. karena iri, karena sedih, karena marah. karena saya belum temukan dia…laki-laki dari surga yang akan selamatkan saya dari cinta-cinta yang neraka. ah….lihat saja sendiri fotonya yah. gimana saya malah mengeluarkan air mata itu. sampai heidi, sepupu max, memanggil saya dan bilang… “ow, Aya….why are you crying?”. dan saya jawab… “i just can’t help it…am so happy for her. we used to cry for boys together…”

Max was laughing while i shed tears… – Amy

pada satu kesempatan, saya sempat menegur Antti. lalu bercerita singkat kegiatan dia hari sebelumnya. ah….dia….entahlah. ada sebuah harapan tumbuh tetiba yang sebetulnya ingin saya enyahkan saja. saya takut terluka. takut kembali merana. saya masih takut jatuh cinta meski ada rasa ingin yang juga terus menyiksa. tapi dia baik…Antti laki-laki yang sopan, berbudaya dan cerdas. ia baik. tapi saya gak tau apakah dia baik buat saya. semoga saja…semoga tuhan dimana pun ia berada mendengar dan menunjukkannya. atau setidaknya memberi pertanda.

sunset hari itu pun tertutup hujan. batal sudah rencana dinner reception dibawah bintang-bintang. terpaksa dipindahkan ke ballroom. tapi toh tidak mengapa. semua tetep indah, khidmat dan bersahaja. malam itu saya pun didaulat untuk membacakan pidato bridesmaid saya. amy telah meminta ini sejak sebulan sebelumnya. ah….kau tau rasanya. begitu haru biru ketika dianggap begitu dekat dan begitu bersahabat. amy pun menjadi semacam adik saya. saya tidak berpidato lama. hanya bercerita sedikit dan menutup pidato saya dengan sonnet dari pablo neruda, tentang cinta. dan semua pun bertepuk tangan untuk pidato saya. dan saya melihat wajah bahagia amy dan max. raja dan ratu semalam itu.

malam itu, saya gak berhasil dapet bucket pengantin. yah…menurut tradisi, perempuan single yang dapet bucket pengantin adalah orang yang akan menikah selanjutnya. sedih juga…karena yah, mungkin belum saatnya untuk saya. tapi tak apa….karena setelah itu saya sempat berdansa waltz dengan Antti. dilantai dansa, di pelukannya, bersandar di dadanya, menghirup aroma tubuhnya sambil berbincang dan mencuri pandang pada sepasang mata coklatnya. saya (mungkin) jatuh cinta….entah padanya atau hanya pada kemungkinan bahwa saya masih bisa mencinta. entahlah….saya terlalu banyak bilang entah. saya pun bingung entah kenapa.

sayangnya malam itu, veera harus masuk rumah sakit. ketika kami berpesta, ia justru merasakan sakit teramat sangat di perutnya. dia sedang mengandung 6 minggu. hamil muda dan ternyata hamil di luar kandungan. dan benih itu pun kabarnya telah pecah di dalam. untungnya saja dia tidak sampai pendarahan. karena itu, malam itu juga veera dilarikan ke rumah sakit dan di operasi. poor veera….

setelah diperhatikan, malam itu ada sekitar 2 meja dari 10 meja yang kosong. berarti sekitar 20 orang tidak hadir. padahal acara ini adalah acara yang harus RSVP sebelumnya. iya…maksudnya adalah kita harus memastikan kedatangan sebelumnya. gak seperti kondangan macam orang indonesia yang ketika diundang satu orang yang dateng sekampung. atau ketika diundang jawabnya masih mungkin.

RSVP artinya memastikan. jadi bagi si penyelenggara acara juga mempersiapkan dengan baik. nah….gw perhatikan, ada yang datang pas ceremony tapi ngabur pas dinner. duh…kecian tau amy dan max. karena mereka sudah di charge untuk seluruh acaranya. termasuk untuk menu 5 cours dinner yang seharga jutaan per kepala itu. harusnya mereka yang berpendidikan dan intelektual tau itu. daripada datang setengah-setengah begitu, mending tidak datang saja. toh cuma wedding kan….

max bahkan sempet bicara sama saya, gimana kagetnya dia karena banyak undangan yang gak dateng. hiks…saya pun kehabisan kata untuk menjawabnya. mereka tidak minta kita ngamplop atau bawa hadiah. hanya datang dan menikmati malam bahagia mereka. itu saja. tapi toh banyak orang-orang yang kita anggap teman tidak tau benar cara menghargai teman sendiri. sangat disayangkan.

malam itu diakhiri sekitar jam 11an. yang tua-tua pulang masing-masing. sisanya, team bridesmaid, best men, the couple dan beberapa teman lain lanjut untuk minum-minum di rock bar. saya lihat Antti lebih sering menyingkir sendirian. ini membuat saya kesulitan untuk reaching to him. lalu saya berpikir…maybe he’s just not in to me. well then….i have to let it just flow.

kami cukup lama di rock bar. sampai akhirnya amy dan max memutuskan untuk menjenguk veera yang malam itu baru selesai operasi. kami akan ke rumah sakit di denpasar, bersama yusliza juga, karena kami bisa kembali ke hotel bersama. saat itulah saya mencari Antti untuk mengucapkan perpisahan. saya memberikan nomor kontak dan email dan meminta dia menghubungi bila butuh sesuatu di indonesia atau berniat mampir ke jakarta. dan dia pun memeluk saya. Antti memeluk saya….lama sekali. sampai yusliza harus memanggil saya berkali-kali agar saya cepat menyusul mereka yang meninggalkan rock bar. ow god…..pertanda apa pula itu?

saya meninggalkan Antti dalam keadaan penuh pertanyaan. kenapa? harus apa? Antti betul membuat saya penasaran. tapi toh….seperti dengan banyak laki-laki lain….saya harus belajar tetap berjalan maju. saya tetap harus move on dan tidak lama-lama tenggelam dalam harapan kosong. maka malam itu pun saya biarkan kenangan itu.

me & Antti….was a candid photo taken my father *true story*

kami sampai di rumah sakit hampir jam 3 pagi. veera terbaring lemah. air matanya terus mengalir ketika kami menyentuh, menyemangati dan memeluknya. saya telah bersahabat dengan mereka semua. dengan veera, yusliza, teman-teman best men dan teman-teman lain dari finlandia. sebuah perjalanan singkat ke bali dan saya mengenal orang-orang luar biasa. hidup mungkin tidak pernah sama lagi.

subuh itu saya berpisah dengan amy dan max di rumah sakit. sebelum berpisah max bertanya pada saya…apakah saya punya firasat bahwa ketika pertama berkenalan dengannya bahwa dia akan menikahi amy? saya lalu menjawab…saya sedikit ada firasat itu. karena saya tahu max itu smart. dan orang yang cerdas tidak akan membiarkan seseorang seperti amy begitu saja berlalu tanpa mengikatkan di pernikahan.

sesampainya di hotel saya sudah teramat lelah. yusliza ikut saya ke hotel juga karena teman sekamarnya tidak menjawab teleponnya. untung saja adik saya sedang ke legian untuk party, jadi kasur ada yang kosong. saya dan yus tidur pulas sampai pagi terang. dan yus pun pamit kembali ke hotelnya, disitu pun kami berpisah.

entah kapan lagi saya bertemu teman-teman baru saya ini. tapi semoga saja ada waktu, rejeki dan umur untuk itu. saya cuma bisa berdoa, meminta….semoga.

pernikahan memang sering kali mempertemukan kita dengan orang-orang yang mungkin akan merubah hidup kita.

*to be continued*

*entah kenapa di tulis sambil mendengarkan Firasat versi Dewi Lestari….semakin indah karena tak terasa pun air mata jatuh sudah*

Advertisements