Juli Kembali Ke Bali – Day 1 – Rindu Yang Luber


10 July 2012

ini sebuah catatan tentang perjalanan singkat kembali ke sebuah pulau indah penuh kenangan dimana ego saya pernah dibesarkan dan keberanian saya dikuatkan. Bali….pada Juli ini saya kembali menginjakkan kaki. mencoba mengingat lagi tiap sudut pulau ini, dimana semua pahit manis pernah dirasakan. sentimentil memang. meski orang bilang kita tidak boleh melihat ke belakang, namun ada rindu yang teramat sangat tiap saya mengingat pulau ini. dan saya pun rindu mengulang semua. pahit manisnya. hanya agar saya lebih merasa ‘hidup’.

pagi itu saya berangkat dengan mama dari jakarta. perjalanan ini sudah direncanakan dari awal tahun, ketika amy mengatakan bahwa big celebration untuk pernikahannya dengan max adalah di bali, tempat mereka pun pertama berkenalan. ah….perjalanan yang sudah saya nantikan. pagi itu semua termasuk lancar. jalanan di pagi buta jelas tidak ramai. saya sampai di bandara dari masih gelap dan melihat sunrise di boarding lounge. meski penerbangan citilink pagi itu terlambat 30 menit, tapi karena rindu yang menyesakkan dada ini begitu menyenangkan, saya menikmati saja. senyum. terus tersenyum. mengingat saya akan kembali ke pulau itu, rumah kedua saya, setelah 1,5 tahun saya tinggalkan.

setibanya di bandara, ada air mata yang rasanya mau luber begitu melihat tulisan “ngurah rai airport”. hahahahaha…..i’m damn sentimental! freak! tapi yah…begitu adanya. Bli dewa ternyata sudah menunggu dengan jemputannya. saya bersyukur…bahwa meski telah begitu lama pergi, orang-orang di pulau masih mengingat saya dan kami pun masih berhubungan baik. betul kata mama dulu ketika saya akan pergi dari pulau ini. ketika saya meninggalkan nama dan kesan yang baik, saya tidak perlu khawatir. bli dewa itu yang menyewakan mobil selama di pulau, supaya saya bisa bergerak lebih mudah selama di pulau. dan tentu karena saya tidak sendiri, ada orang tua yang ikut juga. dan lebih mudah menggunakan mobil ketimbang kemana-mana dengan taksi saja.

bandara ngurah rai pagi jelang siang itu ramai. semacam terminal bus. tentu karena adanya renovasi besar-besaran yang sedang dilakukan. kedatangan domestik pun harus berjalan jauh melewati kedatangan internasional hanya untuk ke parkiran. tapi tak apalah. hati saya masih senang. nanti setelah renovasi ini selesai, akhirnya bandara ngurah rai akan menjadi bandara internasional yang proper. semoga saja tidak ada korupsi dari proyek ini, which is not sure. tapi semoga. renovasi saja sudah butuh 20 tahunan untuk sebuah bandara yang tersibuk di indonesia mengingat ini bandara wisata yang nyaris tak pernah sepi.

dari airport, saya dan mama cari makan siang. karena kami menginap di hotel amaris di legian padma, saya putuskan untuk ke ujung sebentar. ke petitenget dan makan di warung sulawesi. dulu sering makan disini. terutama waktu tinggal di jalan sari dewi seminyak. makanannya enak, tempatnya ok, bersih dan nyaman. meski untuk ukuran sebuah warung, tentu harganya bukan harga warteg. tapi tak apa…saya dan mama kan sedang liburan. dulu di warung sulawesi ini saya pun sering makan sama mantan. hmm….ini semacam napas tilas saja.

matahari bali hari itu tidak begitu menggila. sedikit mendung malah. tapi tak apalah. di pulau, matahari pun tetap ramah. tidak bikin emosi macam di jakarta. setelah dari warung sulawesi, saya mampir ke hotel elysian. ini tempat kerja saya yang pertama. pertama kali terjun di dunia hospitality. iya…meski berpendidikan pariwisata, saya toh baru berkesempatan kerja di dunia perhotelan waktu saya di bali. disana bertemu teman-teman lama. wah…..alhamdullilah. puji syukur sekali. masih banyak yang mengenali saya disana. artinya saya pun meninggalkan kesan cukup baik.

dari elysian, saya dan mama langsung ke hotel amaris. cek in dan beres-beres bagasi. bersantai sesaat sebelum jalan-jalan lagi. karena sudah siang jelang sore, tidak mungkin pergi jauh. akhirnya saya putuskan untuk cari spot sunset saja. sayang sekali….pas masuk mobil langitnya sudah mendung banget. alhasil, saya putuskan untuk ke krisna saja. biar mama belanja oleh-oleh saja.

dari krisna, amy telepon dan ngajak untuk dinner di jimbaran. bersama semua rombongan katanya. keluarga amy dari jakarta dan keluarga dan teman-teman max dari finland. dan ada seseorang yang akan dikenalkan dari rombongan finland katanya. hmm…untuk yang ini saya sudah tahu sejak beberapa bulan lalu. iya….akan dikenalkan dengan salah satu teman max yang single. uhuks….deg-degan juga sih.

maka malam itu saya pun menjemput amy & max di hotel the haven. akhirnya bertemu dengan pasangan rock n roll ini lagi. dari the haven, kami ke hotel w di petitenget untuk jemput yang lain karena keluarga dan teman-teman max juga baru pertama kali ke bali.

sampai di jimbaran, menega cafe, sudah ada beberapa orang. dan…dia ada disana. laki-laki tampan bermata coklat dengan kemeja putih. kulitnya tidak begitu pucat macam bule lain. wajahnya teduh dan ramah. Antti. begitu waktu kami berkenalan. hmm….dia setampan fotonya yang pernah diperlihatkan amy pada saya.

makan malam besar itu dibagi 2 meja panjang. keluarga indonesia dan keluarga finland. hahahahaha….bukan maksudnya gimana, cuma emang karena itu malam pertama semua berkenalan, jadi masih awkward sedikit. sepanjang dinner, saya gak sengaja menangkap Antti beberapa kali melirik ke arah saya. ok ok….saya mungkin GR. tapi beberapa kali mata kami bertemu. dia sedang memperhatikan saya rupanya. mungkin karena amy & max sempat bercerita tentang saja juga. jadi tentu ada rasa penasaran. seperti saya pun yang penasaran ingin bicara lebih banyak dengannya.

pada sebuah kesempatan, saya pun menegurnya. wah…dia tinggi sekali. sekitar 190cm. lebih tinggi dari mariner, pacar saya masa sma dulu. tubuhnya tidak begitu gemuk dan tidak kurus, proporsional. matanya itu lho….duh. bikin lemes dengkul saya. teduh sekali. saya perhatikan dia memakai kalung lambang “ohm”. seperti di sampul buku akar-nya dee lestari. saya langsung dapat pertanda kalo dia orang yang baik. waktu saya tanya, dia pun menjawab bahwa dia suka lambang itu. dia ternyata suka surfing dan baru pertama kali ke indonesia dan bali khususnya. maka ini semacam kesempatan untuknya menjelajah tempat-tempat surfing. sayangnya dia tinggal di hotel daerah pecatu, which is jauh dari tempat saya menginap. kami bicara cukup lama. berhadapan sambil berdiri dimana selama itu saya terus mendongak untuk melihat wajahnya dan ia membungkuk untuk melihat wajah saya. hahahahaha…..

setelah dinner, saya pun mengantar mama ke hotel untuk istirahat. dan bersama rombongan anak-anak muda finland itu kami pun pergi party. ke sky garden. hahahaha….tempat dimana party never ends and banyak kali saya dan amy pulang hang over. masih ternyata….di sky garden orang lokal harus bayar first drink charge sementara orang bule lenggang kangkung. ah…masih rasis rupanya. sayang sekali. ini masih tetap menyedihkan. ketika saya diperlakukan macam orang asing di negara sendiri. padahal saya masuk bareng Antti, bule. tapi toh saya tetep disuruh bayar. tak apalah. baru setelah itu max memberi tahu kalo harusnya tadi Antti menggandeng saya biar saya gak bayar. Antti lalu merasa bersalah. karena dia kan emang gak ngerti. saya sih gak masalah bayar. cuma kok ya masih begitu aja dari dulu peraturannya. norak! rasis! well…itulah. sebagian tempat wisata di indonesia justru menjadikan warga lokal sebagai second class citizen.

Antti lalu menebus rasa bersalahnya dengan membelikan saya minum. kami pun mengobrol banyak lagi malam itu. dia seorang illustrator dan graphic design di ad agency di finland. semua dia pelajari otodidak. hmm…ada kesamaan dengan saya. dia suka traveling, suka explore nature, sekali-kali suka mabuk dan marijuana. hahahahahaha….same as me. tapi most of all….dia sangat sopan, manis, berbudaya dan cerdas. ah…perempuan mana yang tak jatuh cinta kalo begini caranya.

kami bicara banyak. mengobrol diantara dentuman musik keras club. tapi semua saya ingat. termasuk ketika kami cupika cupiki waktu dia pamit pulang duluan, karena toh arah hotel kami berbeda. dan sekilas, dia mencuri mengecup bibir saya. lembut dan manis….lalu kami berpelukan lama.

malam itu diakhiri subuh. hahahahahaha….semua kembali ke hotel masing-masing. beristirahat sejenak untuk paginya jalan-jalan dengan bus tour ke bedugul dan git git.

sampai hotel saya pun masih terus terbayang Antti. well…kalo jodoh toh gak akan kemana ya. we’ll see…..hope i can get to know more of him in a couple more days.

hey….rindu saya pada bali luber sudah malam itu. ada rasa bahwa saya telah pulang….

*to be continued*

*ditulis sambil memandangi foto candid saya dan Antti….:) *

Advertisements