#KembaliKeBaliBulanJuli – catatan awal


ada rindu…ada haru…campur semua jadi biru…

ini tentang Bali-ku. pulau yang menyimpan berbuku cerita. tentang cinta, tentang luka, tentang harap, tentang semangat, tentang sahabat. tentang aku, perjalanan hidupku yang tak terlupakan.

bulan juli ini, aku kembali.

untuk sebuah pesta. perayaan penyatuan dua manusia. dua sahabat. merayakan cinta. dan aku merayakan harapan, bahwa toh cinta masih ada di sekitar kita. tersebar melalui angin, tersedot ke dalam hidung, masuk ke jantung yang memompa darah merah muda akibat overdosis asmara ke seluruh tubuh hingga akhirnya yang tersisa hanya namanya saja. #beuh agak lebay penggambaran gw emang. bodo ah!

ada rasa campur aduk. ini bukan sekedar liburan penghilang penat dari ibukota yang selalu padat, tapi juga sebuah momen untuk melihat kembali sedikit ke masa lalu. lalu mungkin bersyukur akan masa kini. betul bahwa kita gak boleh terus menengok ke belakang. tapi toh tanpa adanya masa lalu, masa kini kadang sulit untuk disyukuri. kita, manusia, terbiasa membanding-bandingkan masa. membanding-bandingkan rasa. karena itu, ketika waktunya tepat, kenapa tidak sedikit menoleh. sembari mengenang, mencari jawab akan pertanyaan masa kini yang berawal di masa lalu.

saya ingat, ketika datang dulu saya hanya membawa sebuah koper dan sebuah tas jinjing. ketika saya pulang, saya bawa sebuah koper, tas jinjing dan 2 kardus. sebagian berisi bukti perjuangan, tapi juga ‘sampah’ kenangan. toh…saya bawa juga yang ‘sampah’ itu sampah ke masa kini.

saya ingin menyusuri tiap sudut yang pernah membesarkan hati dan ego saya. lalu bercermin…apakah saya sudah menjadi yang saya harapkan ketika itu? ataukah saya masih terjebak pada stigma masa lalu. dan siapa tahu, ketika jawab saya temukan…dari situlah kedua kaki saya akan jauh lebih kuat lagi untuk melangkah dari masa sekarang dan melesat ke masa depan. atau setidaknya cukup kuat untuk memberikan tendangan maut pada virus-virus masa kini yang menggerogoti hati.

saya rindu…pada pantaimu, pada berkendara motor tanpa tujuan, pada malam-malam dingin sendirian, pada tawa-tawa diantara harum tequila, pada masa-masa kedua tangan ini tak lepas dari genggaman kedua tangan lain, pada saat air mata tak berhenti mengalir karena cinta, pada saat sebotol whiskey menyembuhkan luka, pada saat menikmati matahari terbit di beranda….pada saat saya menguatkan diri untuk jadi saya yang sekarang.

orang bilang, kalau ada luka jangan di pelihara. disembuhkan. entahlah…pulau memang membuat sekaligus menyembuhkan luka saya. despite of all that happened, i was slightly happy. yes…saya emang sentimentil. semua dirasa, diberi filosofi, dinikmati, dianalisa. tapi kenapa nggak? toh ini bagian dari hidup saya. yang akan terus saya pelihara. saya simpan baik di kotak kenangan. sampai entah kapan.

dan kerinduan akan segera dituntaskan…

Bali-ku…aku segera datang….memeluk hangat mentarimu 🙂

 

Advertisements