Membaca dan Mencoba Memahami Partikel


akhirnya selesai juga saya membaca serial Supernova. secara gerilya, saya membaca novel serial ini dari awal. jujur…dulu-dulu baca Supernova secara acak dan pinjam sana sini. tidak pernah berurut dari yang pertama. ketika Partikel diterbitkan tahun ini, dan dengan cover serial baru, saya pun langsung membeli satu set sekaligus. lalu membaca secara gerilya dan perlahan dari serial pertama; Kesatria, Puteri dan Bintang Jatuh sampai Partikel yang paling akhir. dan hasilnya sungguh membawa sebuah pemahaman baru. setidaknya bagi saya.

seperti masuk ke sebuah dunia multi dimensi, saya pun dihipnotis oleh cerita yang membius dan mengadiksi dari cara bercerita Dee yang khas. ya…saya seorang a-Dee-ction. sejak jatuh cinta pada kumpulan cerita Filosofi Kopi, saya pun mulai membaca karya-karya Dee yang lain. dan Supernova berhasil membuat saya jatuh cinta head over heels pada cara bertutur Dee yang unik dan menarik.

Partikel yang kebetulan berbumbu kisah tentang alien, jelas menjadi daya tarik tersendiri. saya penggila segala macam teori tentang ancient alien. pada sebuah postingan blog saya sebelumnya saya sempat menulis sedikit tentang kegilaan saya akan teori ini. bagaimana saya ikut percaya bahwa ada kemungkinan kita telah didatangi makhluk luar angkasa intelektual yang telah membantu pertumbuhan peradaban kita, hingga bukti-bukti dari ilmu yang mereka transfer pada nenek moyang kita masih bisa dinikmati secara jelas sampai sekarang dalam bentuk kekayaan dan kemutakhiran arsitektur, ilmu astronomi dan banyak lagi.

mungkin itu yang membuat saya langsung merasa ‘dekat’ dengan tokoh si ayah, Firas. ada semacam ‘kegilaan’ dalam dirinya yang membuat ia tidak biasa. dan ‘kegilaan’ itu menjadikan ia berbeda. dan seperti biasa…perbedaan itu adalah sebuah hal yang ditakuti oleh manusia. keingintahuan dan rasa haus seorang Firas akan pemahamannya pada alam semesta telah menjadikan ia semacam orang gila yang tidak dipercayai orang-orang terdekatnya. dan Firas mewariskan semua pertanyaannya akan alam semesta itu pada putrinya, Zarah, yang dididik untuk dekat dan terus mendekatkan diri dengan alam sedari kecil.

alam ini penuh misteri. terdiri dari multi dimensi. alam ini memberi, memelihara dan sekaligus menyimpan rahasia kehidupan. entahlah…itu yang justru saya tangkap. banyak hal tentang alam ini yang kita anggap sepele, padahal sesungguhnya memiliki arti dan fungsi yang luar biasa berguna bagi kelangsungan kita. Dee berhasil bertutur secara multi dimensi. dengan berbagai pendekatan dari eksakta sampai yang klenik sekalipun macam teori alien.

Partikel juga membawa perjalanan hidup seorang Zarah ke Tanjung Puting, pusat rehabilitasi dan kamp orangutan. ah….saya jadi ingat serial di tv swasta soal kamp macam ini di Kalimantan sana. dan betapa tak jarang hati saya tersentuh melihat makhluk berbulu oranye yang lucu itu. orangutan terbuang dari alam mereka sendiri, nyaris punah karena pembabatan hutan besar-besaran dan ulah manusia. hey….padahal mereka mungkin masih sepupu jauh kita.

membaca penuturan Dee akan perjalanan hidup Zarah menyusuri belahan dunia mencari si ayah yang hilang misterius membuat saya iri. saya pun menempatkan diri dalam posisi Zarah. ikut bergidik ketika membaca Zarah menghadapi beruang di Kalimantan atau ketika ia nyebur ke lumpur demi mengambil gambar kumpulan singa di Afrika. saya pun ikut merasakan romantismenya bersama sang kekasih di dingin dan kelabunya London. dan ikut patah hati ketika tahu cinta pertama Zarah mengkhianatinya.

saya jelas tidak bisa menangkap pasti apa yang hendak diceritakan Dee dalam Partikel. mungkin saya gak secerdas itu juga. seperti judulnya, saya pun mungkin hanya menangkap partikel-partikel yang tercecer dari cerita ini. tentang alam yang sesungguhnya bisa menjawab semua pertanyaan yang kita punya bilamana kita mau bertanya dan bercermin padanya. tentang tubuh kita yang belum maksimal kita gunakan potensinya. tentang misteri-misteri penciptaaan semesta yang akan terus jadi pertanyaan. tentang hidup yang penuh ketidakterdugaan. yah….masih partikel. yang artinya saya masih perlu banyak membaca dan belajar lagi tentang banyak hal.

sebagai sebuah bacaan, Partikel memberi ruang bagi saya untuk terus mencari tahu. Partikel adalah sebuah cerita yang lengkap. berbagai emosi yang dikenal manusia tertumpah disana. pada sebuah halaman bisa dilihat bekas tetes air mata saya ketika perpisahan Zarah dengan Sarah, orangutan asuhannya. di lain halaman saya dibuat tertawa oleh penuturan Dee yang jenaka. di lain halaman jadi lecek karena saya kesal dengan kehidupan Zarah yang kacau balau karena cinta.

entahlah….susah untuk menuliskan apa saja yang saya dapat dari Partikel. mungkin menambah ke’gilaan’ saya pada Dee. rasanya begitu tidak sabar ingin tahu kelanjutannya. tapi lebih penasaran dengan kelanjutan tokoh-tokoh dari Supernova sebelumnya. bagaimana kabar Diva, Gio, Dhimas, Reuben? apa yang terjadi setelah si Akar, Bodhi, dan si Petir, Elektra, bertemu?

semoga secepatnya rasa haus saya ini terobati. jangan sampai menunggu 8 tahun lagi. hehehehe…..

Advertisements