tentang pilihan-pilihan dalam hidup


Apakah hidup itu pilihan?

Entah. Mungkin dari kita merasa tidak pernah memilih untuk diberi kehidupan atau memilih untuk diberi kehidupan seperti yang kita jalani sekarang.
Mungkin ketika kita hanya sebuah ‘konsep’, Tuhan yang memiliki pilihan untuk menghidupkan atau hanya membiarkannya tetap sebagai sebuah ‘konsep’ semata.

Bagi saya, menjadi apa, menjadi siapa dalam hidup adalah pilihan. Sebuah pengembangan dari ‘konsep’ dasar yang direncanakan Tuhan.

Dalam hidup, saya sering dihadapkan beberapa pilihan-pilihan hidup yang sulit. Lalu seperti seorang penjudi di meja poker, saya memilih ‘kartu’ yang paling potensial untuk merubah hidup saya. Membuang ‘kartu’ dengan kemungkinan paling kecil, dengan tetap menghitung kemungkinan dan resiko.

Dan percayalah…seperti kebanyakan orang, saya pun membuat banyak pilihan-pilihan salah. Yang membuat saya, sebagai seorang penjudi di meja poker, kehilangan banyak. Rugi besar. Bahkan sampai bisa nyaris gulung tikar.

Hidup adalah perjudian. Nasib adalah kartu-kartu yang kita mainkan. Nasib baik, nasib buruk. Mungkin seperti itu.

Pilihan-pilihan tersulit dalam hidup saya biasanya seputar apa yang akan saya lakukan dalam kehidupan profesional saya. Sebagai seorang dengan ambisi dan obsesi tinggi untuk sebuah kesuksesan, saya terus saja dicambuk dan mencambuk diri untuk perubahan menuju kemajuan.

Dan dalam permainan yang satu ini, saya sering kali salah banting ‘kartu’. Lalu terpaksa menebus kehilangan dengan waktu yang tidak sebentar.

Ketika seorang sahabat datang bertanya soal ‘kartu’ mana yang sebaiknya dia mainkan dalam permainan macam ini, saya biasanya kehabisan kata. Bingung mau jawab apa. Karena toh dalam tiap permainan saya, obsesi dan ambisi saya sering kali menyerah kalah di ‘meja poker’ bernama kehidupan ini.

Mungkin pesan saya cukup dengan..’Coba saja’ atau ‘kalau memang siap, lakukan saja’. Sisanya saya berikan kembali kuasa untuk memainkan ‘kartu’ pada orang tersebut.

Penyesalan datang belakangan. Karena itu tiap langkah harus dipertimbangkan. Ketika belia dan masih penuh semangat, pilihan-pilihan yang diambil secara impulsif mungkin akan justru membawa kita jauh. Tapi ketika dewasa, pilihan-pilihan penuh pertimbangan dan pemikiran matanglah yang akan membawa kita lebih jauh lagi.

Jadi ‘kartu’ mana yang akan kamu mainkan?

Advertisements