tentang ke-perempuan-an


perempuan tidak pernah lemah. yang jadikan ia lemah adalah dirinya sendiri.

mungkin petikan diatas itu mendekati benar. well…ini sesungguhnya adalah pendapat pribadi gw.

kadang gw suka takjub sama perempuan yang sebetulnya potensial dengan kekuatan mahadaya tapi malah menampilkan diri sebagai objek penderita. semacam senang dan mendapat kepuasan ketika tampil sebagai seseorang tak berdaya, terluka bahkan trauma.

perempuan diberikan anugerah untuk mengandung. 9 bulan lho. itu jelas membuktikan ia tidak lemah. hei…bahkan bumi pun disebut ibu pertiwi. karena dalam bumi banyak kandungannya. bukan bapak pertiwi yang justru mengeluarkan semprotan. ah…apa pula itu….

eniwei…gw gak suka sama cewe manja. lebih lagi, tingkat kemanjaan gw juga sangat rendah. bukan kepedean sih, tapi emang bener. sebagai anak sulung, rasanya waktu gw bermanja-manja pun ketika kecil keburu disalip sama adek gw. jadi ya manjanya kurang puas emang…ketika remaja manja-manjaan ini dicurahkan ke kekasih. meski sebetulnya tetep aja gak bisa manja-manja banget. karena apa? karena gw terbiasa berbagi dan terbiasa stand up sendiri.

kadang gw suka binun sama perempuan yang penakut. naik angkot, takut. pulang malem, takut. hal-hal kecil yang bisa dilakukan sendiri maunya ditemenin. emang sih…masing-masing orang pembawaannya beda-beda. tapi ya gak harus jadi dependen banget toh.

ada perempuan yang kalo relationship maunya diantar jemput. loe pikir pacar loe supir pribadi ya? ada perempuan yang kalo relationship maunya ditemani kemana-mana. loe pikir pacar loe bodyguard? apa gak bisa ya melakukan hal-hal yang bisa dilakukan sendiri dengan sendirinya?

nah…sekilas gw suka mikir. apakah pemikiran gw terlalu ke-laki-laki-an ya? soalnya gw selalu mikir dari sisi laki-lakinya. ketika gw tau laki-laki gak suka perempuan manja, gw ya jelas menunjukkan sisi independen gw. ketika laki-laki gak suka perempuan cengeng, ya gw jadi jarang nangis. karena gw basically tau…betapa annoyingnya kalo kita gak suka sesuatu dan terus liat sesuatu yang kita gak suka itu.

tapi ya balik lagi…laki pun kadang suka aneh. ketika perempuan-nya independen, mereka merasa tidak dibutuhkan, tidak dicari, tidak diperhatikan. padahal kami, perempuan independen, hanya berusaha untuk menjadi diri kami sendiri. tanpa perlu merepotkan para laki dengan segala nagging & whining.

jadi jujur aja….gw pun sering mempertanyakan ke-perempuan-an gw. apakah gw cukup perempuan? ketika gw bisa pergi kemana aja yang gw mau bahkan naek angkot di malam hari, ketika gw bisa pulang pagi tanpa minta diantar pulang?

well…simple sih penggambaran gw. sebenernya banyak lagi contoh lainnya. tapi terlalu panjang untuk diketik dan jari-jari gw udah gak selincah dulu kalo ngetik keyboard.

intinya, apakah pemikiran gw yang tampak tidak terlalu ‘perempuan’ ini wajar bagi seorang perempuan?

*penulis lagi agak korslet, jadi wajar kalo agak abstrak… :p *

Advertisements