Escape to Belitung – Day 4 (The End)


Day 4 – 01 October 2011

Pagi terakhir di Pulau Belitung yang indah dan damai. Subuh itu kami terbangun dan langsung cuci muka. Lalu bergerak cepat menuju Tanjung Tinggi dengan maksud untuk mengabadikan sunrise di balik bebatuan besarnya.

Perjalanan dengan berkendara motor adalah sesuatu yang berat, teman. Hahahaha……pagi itu dingin luar biasa. Adek gw yang mengemudikan motor sampe kram tangannya megang stang motor. Gue yang di bonceng sampe kaku saking gak bisa bergerak karena kedinginan. Hihihihi……

Matahari terbit yang mengintip di Tanjung Tinggi

Dalam kegelapan subuh kami terus berkendara selama 30 menit sampai ke Tanjung Tinggi. Ketika akhirnya tiba, mulai sedikit terang langitnya. Matahari mulai muncul, tapi lagi-lagi…masih tertutup awan. Ah…perasaan sudah gak enak. Pasti ini gak dapet lagi sunrise yang indah itu.

Sang Pemimpi

Setelah parkir motor, kami baru sadar kalo ada palang tiang bertuliskan “Lokasi Film Sang Pemimpi”. Alhasil, foto2 dulu lah. Sebagai bukti kalo kami pernah kesini. Hihihih….. Setelah itu, kami menyusuri garis pantainya mencari spot paling tepat untuk mengabadikan momen. Pasirnya masih putih, dingin tapi tidak lembab. Airnya mulai tampak kebiruan dan tetap tenang. Ah…pagi yang sungguh membius siapa saja.

Sunrise Tanjung Tinggi

Matahari mengintip di balik batu Tanjung Tinggi

Dari salah satu batunya, kami nongkrong dengan kamera. Bersiap mengabadikan matahari terbit. Namun malang, pagi itu matahari hanya mengintip sedikit dari balik awan. Ya…hari itu pasti akan mendung seharian. Sudahlah…kami pun sudah telanjur di sana. Akhirnya sepanjang pagi kami hanya menikmati mendung itu. Dari jam 6 sampai jam 8, matahari masih enggan keluar dari selimut awan.

Laskar Pelangi

Di salah satu sudut pantai, kami menemukan palang tiang lain bertuliskan “Lokasi Film Laskar Pelangi”. Ya…alhasil, kami menghabiskan pagi itu dengan foto-foto saja. Sambil bengong menikmati air tenang, pasir putih, langit mendung dan udara dingin.

Pagi tenang Tanjung Tinggi

Kedinginan di pantai Tanjung Tinggi

Mungkin sambil berpikir dan sadar bahwa semua ini akan segera berakhir. Sebentar lagi, dalam beberapa jam kami akan kembali ke ibukota. Kembali ke kehidupan keras dan berpacu dengan waktu. Ah….pasti nanti akan rindu saat-saat seperti ini. Ketika kami bisa diam, tidak berpikir dan hanya menikmati.

Diam....tenang

terdampar di pasir putih

Sekitar jam 9, kami sampai ke hotel. Langsung beres-beres, mandi dan sarapan. Mobil jemputan ke airport sudah stand by dari jam 9:30. Jam 10:30, kami pun berangkat ke airport. Berpamitan dengan para petugas hotel yang dengan ramah mengucapkan terima kasih atas kunjungan kami. Tak lupa tentunya berpose sebentar di depan hotel.

Berpose di depan hotel Pondok Impian

Perjalanan ke airport termasuk cepat. Jam 11:00 kami sudah tiba disana. Menurunkan barang dan langsung masuk ke ruang check in. Meski diinfo bahwa penerbangan kami akan delay sedikit, sekitar 30 menit, kami tidak begitu keberatan. Rasanya sulit meninggalkan pulau indah yang damai ini. Begitu banyak yang berbeda dengan ibukota. Begitu banyak yang bisa dirindukan.

Sambil duduk di lounge dan menunggu penerbangan kami, kami mungkin berpikir tentang bagaimana cara dan kapan lagi akan kembali disini. Tapi mudah-mudahan, kami pasti akan kembali. Suatu hari nanti.

Pose terakhir di Tanjung Pandan, Belitung

Sebelum naik pesawat, kami sempatkan berpose sekali lagi di papan nama airport Tanjung Pandan. Sekedar menutup kenangan akan perjalanan luar biasa menyenangkan ini. Sampai jumpa lagi, Belitung….Aku pasti akan rindu pasir putihmu, batuan besarmu, jalan sepimu,, angin dinginmu dan mataharimu yang kadang garang kadang malu-malu.

Goodbye, lovely Belitung...gonna miss you so much

-The End-

Sekilas spoiler, tips & trick:

  1. untuk memudahkan perjalanan sebagai backpacker, lokasi penginapan di Tanjung Pandan adalah yang paling pas. Dan Hotel Pondok Impian ini berani gw rekomendasikan. Selain lokasinya yang sudah depan pantai, harganya murah, dan pelayanannya lumayan ramah. Harga kamar standard mulai dari 150 ribu per malam untuk 2 orang berikut sarapan.
  2. Mintalah bantuan orang hotel untuk menyewakan motor. Kalo cuma backpacker 2-4 orang, rasanya motor pilihan murah meriah. Agak gempor memang krn ternyata jarak kemana-mana (read: lokasi pantai asik) agak jauh dari Tanjung Pandan. Motor pun murah sewanya dari 80-100ribu per hari. Pintar-pintarlah menawar harga.
  3. Waktu kita di sewakan motor, ternyata sama sekali gak ditinggalin STNK sama yg punya motor. Gak usah panik. Tenang aja….ternyata pas gw tanya sama orang hotel, dia malah bingung ngapain gw nyari STNK. Ketika gw bilang takut nanti ketemu polisi lantas, eh dia malah bilang gak usah takut. Katanya selama pake helm dan ada SIM, gak usah takut kena tilang. Hahahaha…gokiiiiillll!!!
  4. Di Belitung sangat minim marka jalan. Nyaris tidak ada peta jalan untuk panduan. Mungkin kalo kemana-mana bawa GPS, gak masalah. Plus di Belitung, orang lokal rata-rata gak aware sama lokasi2 wisata. Yang aware mungkin hanya orang yang tinggal sudah sangat dekat dengan lokasi. Jadi make sure, you have at least 2 maps to guide you. Dan banyak2 berdoa di jalan biar gak nyasar…hahahahaha….
  5. Di Belitung juga minim penjual souvenir. Ingat! Ini bukan Bali yang souvenir berbagai macam di jual di took-toko souvenir super besar. Di Pantai Tanjung Pendam ada semacam art market kalo mau cari oleh-oleh kerajinan kerang gtu. Kalo gw sih beli kaos yang di jual di lobby hotel. Cuma 35ribu aja satu. Cukup make sense lah. Kualitasnya jg cukup baik.  Kalo cemilan asli Bangka – Belitung bisa dicari di pusat kota, deket2 bunderan monumen batu satam itu. Dari kerupuk Bangka sampai kerupuk dan keripik yang di buat dari hasil2 laut seperti cumi-cumi  dan ikan.
  6. Di Belitung juga jarang ada SPBU. Jadi jangan harap bisa berhenti di SPBU di tengah perjalanan jauh dari kota. Yang ada hanya penduduk lokal yang buka warung kecil sambil jual bensin eceran. Harga cuma 5ribu kok per liter. Dan biasanya di setiap kumpulan pemukiman pinggir jalan, ada beberapa yang jual. Gak perlu khawatir kehabisan bensin in the middle of nowhere.
  7. Kalo di Bali, bir berlambang bintang jadi juara. Di sini bir berlambang jangkar juaranya. Bisa ditemukan dimana-mana. Warung kecil sampai di warung pinggir pantai. Tapi ya gitu…jarang ada yang dingin. Hiks…
  8. Kalo keliling pulau-pulau, jangan lupa bawa makanan berat, kalo kamu biasa makan berat. Karena gak ada yang jual nasi disana. Hehehehe…..meski beberapa pulau ada yang jual minuman kemasan dan kopi cangkir.
  9. Di airport cuma ada 1 toko kaos dan 1 toko makanan cemilan khas Belitung. Toko kaos ini katanya juga buka di Tanjung Pendam, tapi gw waktu itu gak liat. Disini dijual kaos bermacam motif Belitung. Ya mirip2 Dagadu di Jogja atau Joger di Bali lah. Harganya lumayan mahal sekitar 75ribu per potong, tapi kualitasnya sangat bagus.
  10. Sebaiknya kalo hanya untuk trip beberapa hari, jangan sampai ada bagasi di pesawat. Bawa aja kopernya ke kabin. Ini lebih mudah untuk proses check in dan landing nanti, karena di airport semua sistem masih lumayan manual. Alias yang gotong-gotong bagasi dari badan pesawat sampe lounge kedatangan itu manusia. Jadi tolong dipahami kalo agak lama.
  11. Di Belitung juga lumayan aman. Disini jangan takut untuk ninggalin helm diatas motor. Bahkan katanya loe bisa ninggalin kunci motor yang masih menggantung dan tidak kemalingan. Hahahaha….gokiiiilll!! Kalo di Jakarta, mungkin udah raib tuh dalam 5 menit.
  12. Kalo suka hiburan malam sebetulnya gak usah takut. Di Tanjung Pandan juga banyak. Semacam cafe dengan live music dan DJ gitulah. Di pantai Tanjung Pendam kehidupan justru di mulai malam. Sebrang hotel Hatika, Pantai Tanjung Pendam, ada cafe dengan big screen gitu dan live music. Dan kabarnya di Tanjung Pendam juga suka diadakan acara party-party gitu.
  13. Makanan termasuk gampang. Dari nasi Padang sampai bakso juga ada. Di mana-mana. Jadi gak perlu takut susah cari makan. Dan Alhamdullilah….karena di Belitung mayoritas Muslim, jadi semua makanan halal. Nggak usah khawatir.
  14. Sekian sedikit spoiler, tips & trick dari gue. Semoga berguna. Dan ingat, ketika travelling, hargailah tempat yang kita kunjungi dengan menjaga kebersihan. menghargai budaya dan masyarakatnya. Niscaya perjalanan akan menyenangkan dan interaksi kita baik dengan alam maupun manusianya akan lancar. Selamat liburan!
Advertisements