Escape to Belitung – Day 2


Day 2 – 29 September 2011

Hahahaha…..seperti yang di duga, kami bukan morning person. Jadi start dari hotel pun gak pagi-pagi banget. Bangun sesuai antaran sarapan jam 7:00 pagi. Setelah sarapan, kami langsung siap-siap. Sekitar jam 9:00, baru kami jalan keluar. Tujuan pertama adalah Tanjung Tinggi dengan batuan besarnya yang jadi tempat shooting film hits itu.

Batu besar di pinggir jalan dalam perjalanan menuju Tanjung Tinggi

Perjalanan lebih jauh sedikit dari ke Tanjung Kelayang. Karena lebih ke utara lagi. Dan begitu keliatan itu pantai, kami pun kegirangan. Pasirnya ternyata lebih putih lagi. Dan pantainya lebih indah. Disana sepi pula. Di kejauhan hanya ada sekeluarga kecil dengan 2 anak bocah yang sedang asik berenang yang ternyata orang Cengkareng, Ini pantai serasa milik pribadi deh.

Heavenly view of Tanjung Tinggi

This is truly heaven - Tanjung Tinggi

Bawaannya pengen jepret sana sini. Meski panas matahari, kami putuskan untuk nyebur juga….airnya adem. Sambil nyebur, kami nemuin ubur-ubur. Hihihihi…..lutju!

Seekor ubur-ubur di Tanjung Tinggi

Terhimpit @ Tanjung Tinggi

Merenungi nasib yg masih jomblo akut - Tanjung Tinggi

Strolling along the white sandy beach - Tanjung Tinggi

Can't help but testing the water - Tanjung Tinggi

Kami main di pantai dan diantara batuan besar itu kira-kira 1 jam lah. Sampai belang-belang di badan. Hahaha…. *templok sun block lagi*

Lalu kami lanjut kembali ke Tanjung Kelayang untuk mencari kapal motor yang akan mengantar keliling pulau-pulau. Pak Arni, pemilik kapal motor, sudah siap di pinggir pantai. Kami langsung naik. Dan perjalanan di laut tenang itu dimulai.

Air laut sangat tenang. Setelah jauh dari daratan, semua keindahan dimulai. Ada gugusan batu besar di tengah lautnya. Kami pun minta berhenti sebentar dan melihat-lihat serta jepret2 disana. Lalu lanjut ke pemberhentian pertama di Pulau Burung.

Gugusan batuan besar di tengah lautan

Pulau Burung ini katanya yang punya perusahaan Jakarta, kata Pak Arni. Disana cuma ada semacam villa yang masih dibangun. Sisanya pantai berpasir putih, air laut dangkal yang bening dan batuan besar yang indah. Kami menghabiskan waktu sekitar 1 jam disini sebelum lanjut ke Pulau Lengkuas.

With my brother, posing at Pulau Burung

Nah!! Kalo loe baca dimana-mana soal Pulau Lengkuas, disinilah terletak mercusuar peninggalan jaman Belanda itu. Mercusuarnya lumayan tinggi. Keren banget kalo dilihat dari kejauhan. Sayangnya begitu kita sampai sana, gak dibolehkan naik menara sama penjaganya. Kabarnya, sekarang udah gak bisa naek keatas lagi. Karena ulah beberapa wisatawan yang merusak bangunan. Hiks….

Pulau Lengkuas

A view from where i sit under the coconut tree at Pulau Lengkuas, Belitung

Menara Syahbandar Pulau Lengkuas

Me & a small sea turtle....

Penyu-penyu mungil di kolam penangkaran - Pulau Lengkuas, Belitung

Batal naik ke atas, kami sempat melihat sekolam berisi penyu-penyu kecil. Rupanya penyu-penyu yang menanam telurnya di pasir sepanjang garis pantai sekitar situ, telurnya dimasukkan di penangkaran ini. Supaya tidak dimakan biawak dan melestarikan mereka. Kata penjaganya, kalo penyu itu sudah besar baru dilepaskan kembali. Ini membuat tingkat keberhasilan survival mereka lebih baik dibanding yang lahir secara bebas.

Testing the water at Pulau Lengkuas

Kami pun menghabiskan sekitar 1 jam di pulau ini. Duduk diatas pasir, dibawah pohon kelapa dengan sepoi-sepoi angin pantai yang justru dingin memandangi lautan yang airnya berkilau disinari matahari. Indah. Seperti tiba-tiba gak mau mikir sama sekali. Tiba-tiba gak mikir kalo sehabis ini kami harus kembali beraktivitas mengejar mimpi sambil bertahan di ganasnya ibukota.

Pulau Babi from a far

Sekitar jam 4:30 sore kami pun melanjutkan perjalanan. Tujuan akhir ke Pulau Babi untuk mengabadikan sunset hari itu. Perjalanan di laut dari Pulau Lengkuas ke Pulau Babi cukup jauh ternyata. Kira-kira hampir 30 menitan, karena angin sempat kencang dan bikin ombak agak tinggi. Yup….kami pun diombang-ambing ombak. Hehehehe….

Bertemu bintang laut di Pulau Babi

Jam 5:00 kami sudah mendarat di Pulau Babi dan cek spot untuk mengabadikan sunset. Sayangnya…sayangnya…hari itu berawan lagi. Jadi sunset yang terlihat tak maksimal. Padahal sumpah!! Kalo sunsetnya bagus, fotonya bakal dashyat deh. Yah…2 sore sudah kami tak beruntung.  Tapi yang seru, sore itu kami nemuin si Patrick di film SpongeBob…hahahahaha…maksudnya bintang laut. Keren deh!

Golden sand during sunset at Pulau Babi

Cloudy sunset at Pulau Babi

Perjalanan kembali ke pulau Belitung kami tempuh lebih cepat. Jam 6:00 teng kami sudah mendarat kembali di pinggir Tanjung Kelayang. Istirahat sebentar sebelum menempuh perjalanan kembali ke hotel dengan minum kopi pinggir pantai.

Suasana jelang malam di Tanjung Kelayang

Perjalanan kembali ke hotel lebih menantang malam ini. Karena ketika kami pulang jalanan sudah gelap gulita. Oya…di Belitung ini minim lampu jalan. Jadi ya hanya mengandalkan lampu dari rumah-rumah sekitar atau dari kendaraan bermotor saja. Tapi Alhamdullilah, kami sampai dengan selamat di hotel.

Meski lelah, kami tetap ingin keluar malam lagi cari makan seafood. Istirahat sebentar dan bersih-bersih, kami pun jalan lagi. Ternyata baru sadar di depan hotel pun ada restoran seafood. Karena kelelahan dan sudah terlanjur lapar, kami pun mencoba makan di restoran itu. Pandan Laut, namanya.

Gangan Kepala Ikan Khas Belitung

Karena membaca informasi kuliner di web, gw pun segera menanyakan Gangan Kepala Ikan yang katanya khas itu. Kebetulan ada. Dan jadilah malam itu gw makan Gangan Kepala Ikan Ketarap. Ikan-nya agak unik, kulitnya bisa dimakan karena kenyal macam kikil. Tulangnya termasuk tajam tapi besar-besar. Dan daging ikannya manis dan lembut. Kuah Gangan rasanya gurih, hangat dan agak pedas. Rasanya ada jahe didalamnya. Cocoklah untuk malam itu. Soalnya malam itu lumayan dingin juga.

Setelah makan malam, kami pun kembali ke hotel dan beristirahat.

Advertisements