The Children Are Our Future


Sebuah hari yang jadi sesuatu banget. Bersama teman-teman ngobrol & ngopi sore berlabel genk #ngopsor yang saya kenal di jejaring sosial Twitter, saya bias mengunjungi sebuah panti asuhan sekaligus menyisihkan sedikit rejeki untuk berbagi dengan mereka.

Kau tahu? Anak adalah masa depan kita. Di matanya kau lihat harap yang berlimpah. Sepasang mata tanpa dosa. Sepasang mata yang merdeka. Tanpa pretensi sama sekali. Magis. Orang bilang ketika melihat sepasang mata bayi yang baru lahir, kau akan jatuh cinta. Sepenuh hati, setengah mati. Yah…katanya seperti menenggak racun untuk membuktikan cinta macam si romeo. Pahit sih…tapi juga manis yang membekas lama. Yah…gw gak pandailah bermetafora. Yang ada ancur aja…hahahahaha.

Melihat bayi2 itu terbaring dan menyadari bahwa mereka tanpa orang tua tentu membuat hati kita teriris-iris tipis. Apa mereka punya cukup amunisi cinta untuk menatap masa depan? Apa mereka punya cukup amunisi semangat untuk terus punya harap? Apa mereka punya cukup ilmu untuk tidak dihempaskan kecewa? Saya pun tidak tahu. Jelas juga ketidaktahuan saya tidak membantu. Ya iyalah… :p

Yang saya tahu, seperti yang dikatakan sebelumnya, saat menatap sepasang mata tak berdosa mereka, saya jatuh cinta. Untuk kesekian kali dengan porsi dan skala yang lebih besar. Lebih masiv. Lebih dahsyat. Lebih hebat. Lebih tinggi sampai lupa mendarat. Lalu sebuah pemikiran dan keinginan tercipta. Kalau Tuhan ijinkan saya untuk membagi cinta yang tumpah ruah, saya ingin punya malaikat kecil dengan sepasang mata tak berdosa itu. The object of my affection. Kalau tidak dengan cara konvesional ya yang inovatif sekalian. Mudah-mudahan tercapai lah. Meski sejujurnya gw tahu kalo gw sedikit neurotic dan emotionally unstable to fit as a mother, tapi one day, mudah2an gw bisa juga. Mungkin karena sebagian dari gw ingin menciptakan satu lagi makhluk neurotic ini. Tapi tentu a fully enhanced version of me. Hahahaha…. #apasiy Ok…karena ditulis di siang hari dan gw berkali menguap, rasanya gw sudahi saja posting bodoh ini. Intinya, gw cuma berpesan sama para pelaku pembuangan bayi.

Guys…kalo loe udah bisa melakukan sexual intercourse, artinya loe udah cukup dewasa untuk juga bertanggujawab atas perbuatan loe. Kalo mau safe, always use protection. Jangan malu masuk apotik dan beli kondom atau pil KB. Inget deh! Di luar sana banyak pasutri mati-matian ingin punya keturunan sampe menghabiskan jutaan rupiah untuk konsul dan pengobatan. Belum lagi yang program bayi tabung, while kalian yang ‘senggol bunting’ enak aja gitu ngelahirin di kamar kost trus ngebuang di selokan?? Wake uplah!! Kalo anak itu masa depan, loe masa sekarang. Masa depan dibentuk sekarang. Jadi loe akan punya andi untuk masa depan loe juga. Ok? *racau siang bolong*

Advertisements