Tentang Melupakanmu Yang Buatku Tak Mampu


Kamu sadar? Kita dua pemain drama yang tergila lampu sorot panggungnya. Tanpa itu kita jadi apa? Tentu hanya hampa. Seperti tak bernyawa.

(Mungkin) Baik untuk lupakan saja sandiwara ini. Penonton bisa cepat bosan. Atau kita yang bermain juga ikut bosan.

Hati kita toh bukan kristal. Kalo pecah tidak harus bayar, cuma perlu pengobatan.

Aku ingin sembuh dari kecanduan paling absolut. Dari rasa ingin memilikimu meski tanganku tak mampu memeluk.

Sjk mengenal kamu,aku jd orang yg beda! Sebagiannya aku suka,selalu ada senyum yg tak bersebab.sebagian aku nelangsa,ketika rindu jd akibat.

Kita memang tdk sedang di spbu dan tidak bisa mulai dari nol, krn udah terlanjur jadi angka 1. Mau apa lagi?

Sabarlah! Saatnya akan tiba, pembuktian penantian kita. Bila tidak ya anggap saja ujian kan?!

Agar kau tahu, namamu rajin kuselip di doa subuhku. Penuh harap bahwa ini lebih dari sekedar hasrat. Bahwa ini kasih yang memeluk erat.

Bila kau tak suka caraku, silakan hapus aku. Akupun sedang cari dokter ahli reparasi hati. Entah dimana bisa ku cari.

Lupakan kau dari pikiran mungkin lebih gampang. Tapi dari hati itu pasti PR sekaligus ujian. Dan aku benci PR & malas ikut ujian.

Advertisements