Seminyak, 09 May 2009


kupacu roda duaku hingga mesinnya menderu….80km per jam…am in need for speed…if only we can fast forward our life…
kujelajahi sudut2 seminyak sampai pinggir pantai kuta…merasakan angin malam menembus kulit telanjangku yang tanpa jaket ataupun sweater…wajahku tersapu dingin angin tengah malam…angin pantai yang mungkin mematikan…
dalam kesendirian banyak pertanyaan yang terjawab…dalam kontemplasi ku malam ini banyak doa yang tak sengaja terlafadzkan…
dan sekali lagi aku tunduk pada kuasa Yang Maha…aku tiada beda dari pendosa lainnya yang tersebar di setiap sudut kota…dibawah lampu2 temaram kafe2 ternama…ditemani berbotol2 miras dan penjaja kenikmatan…mereka pencari kebahagiaan …meski semu…
dan aku pun begitu…dan aku pun malu…
seorang teman baik malam ini berkata…temuilah Dia…Dia tidak akan pernah ‘menilai’mu…Dia menerima apa adanya ciptaan Nya…tapi aku masih malu…
malu pada dosa2 yang terlanjur terukir…
diperempatan Pantai Kuta dan Melasti…sebuah doa dan janji terucap untuk diri….
Tuhan, berikan aku selalu kekuatan untuk selalu pulang kepadaMU…seberapa tersesat pun aku…seberapapun aku berlumur dosa…ijinkan aku untuk selalu pulang kepadaMu…
karena cintaMU yang telah buat aku kuat menjalani semua…karena cintaMU yang paling sejati adanya…dan mohon ingatkan aku untuk selalu menginjakkan kedua kakiku di tanahMu…seberapa jauhpun aku terbang mengepakkan sayapku….

—-

sebuah tulisan lama yg pernah gw posting di facebook, ketika masa-masa sulit kehilangan cinta di pulau dewata. arrggghhh…aku rindu pada pulau itu dan semua kebebasan yang ditawarkannya…

Advertisements