Short Story: #DewiMalam


Sebut ia Dewi. Bagiku ia Dewi Malam.terang di antara gelap. Bersinar diantara lampu2 lantai dansa dari Legian ke Seminyak. #dewimalam

Mungkin bukan nama sebenarnya.entahlah.ketika tangan kami berjabatan,ia sebut nama itu. Yah…kecantikannya seperti dari surga #dewimalam

Tubuhnya langsing dengan dada montok dan pinggul yang sexy. Aku yakin dengan mudah ia buat semua laki-laki tersihir. #dewimalam

Dari sudut kuperhatikan ia berdansa sambil mencuri pandang. Beberapa detik aku tersihir lirikannya. Ah…aku tahu matanya indah. #dewimalam

Beberapa saat kemudian seorang laki-laki bertubuh tegap menghampirinya. Memeluk pinggangnya. Aku dibakar cemburu. #dewimalam

Aku jelas kalah diadu. Aku kurus seperti mati tak mau. Tak mungkin aku menang dalam pertarungan memenangkan dia. #dewimalam

Namun darahku terus memanas. Seiring sloki tequila kesepuluh yang ku tenggak. Aku ingin dia. Aku ingin Dewi ku. #dewimalam

Aku mengumpulkan keberanian untuk menariknya kedalam pelukku. Namun sekilas kulihat samar. Di lantai dansa itu… #dewimalam

Bibirnya dilumat habis oleh laki-laki tadi. Pinggangnya dipeluk merapat ke tubuh laki-laki itu. Dengkulku lemas seketika. #dewimalam

Ah…sudahlah. Rupanya ia tak beda dengan yang lainnya. Di lantai dansa,ia milik semua. #dewimalam
Selama ada segelas vodka atau whiskey,ia bisa kau miliki. Bibirnya yang merah,tubuhnya yang sexy telah jadi komoditi. #dewimalam

Namun jangan kau samakan ia dengan pelacur. Ia jauh dari itu. Ia hanya penikmat malam. Dalam bermacam pelukan. #dewimalam

Sah saja kan? Ia penikmat ciuman, dari banyak bibir yang meradang menggelinjang di liukan lidahnya yang memabukkan. #dewimalam

Sebut ia Dewi Malam. Dan malam ini dia jatuh dalam pelukan. Laki-laki yang bukan aku. Tapi entah esok…mungkin aku. END. #dewimalam

ditulis di pojokan sebuah lantai dansa di sebuah pusat hiburan malam di Legian, pada sebuah malam laknat. hahahahaha…..

Advertisements