Peristirahatan Terakhir Di Atas Bukit


suatu hari saya melihat sebuah iklan lowongan pekerjaan di jakarta. untuk perusahaan memorial park and funeral homes. hmm….
setahu saya funeral homes biasanya dikelola oleh komunitas atau badan sosial dan tidak perlu repot-repot memasang iklan lowongan pekerjaan. lebih kaget lagi, begitu tahu posisi yang dicari. Sales & Marketing Manager. hmm….saya kembali bertanya. apakah sebuah rumah duka perlu Sales & Marketing?

akhirnya jari-jari gatel untuk searching di google. dan akhirnya terdampar pada website si empunya perusahaan. benar saja, sebuah taman pemakaman dan rumah duka dengan konsep real estate. yeah…real estate for after life, rupanya. terus jari-jari saya iseng klik disana dan disini. membuka webpage satu persatu. ternyata di tempat itu menyediakan berbagai paket pemakaman. dan lahan pemakamannya pun dibagi dengan berbagai tipe. mulai dari private, semi private, family lot dan lainnya. hmm…..otak saya langsung terusik.

sebuah konsep bisnis baru, rupanya. mencari uang dengan menyediakan rumah peristirahatan terakhir yang terbaik. bahkan mereka menulis keuntungan menggunakan jasa mereka di satu sudut web. yaitu memberikan ketenangan hati, memberikan kepuasan dan memberikan harga yang lebih murah. tiba-tiba saja konsep kematian menjadi sesuatu yang mengerikan buat saya. bukan matinya tapi menuju kematian itu. bayangkan….kalau pemakaman sudah menjadi bisnis seperti itu, berapa biayanya nanti ketika saya mati dan harus dimakamkan? sekarang saja saya sudah kesulitan membayar kebutuhan hidup sehari-hari. berpikir untuk hidup tahun depan saja rasanya masih berat. apalagi membayangkan uang yang saya butuhkan untuk sebuah pemakaman yang layak.

lalu saya coba membayangkan lebih jauh. mungkin konsep taman pemakaman ini ada benarnya. mereka dari sekarang membuat tempat khusus itu karena mungkin beberapa tahun kedepan sudah tidak ada lagi lahan tersisa. habis oleh pembangunan mall, apartemen, lapangan gold atau pemukiman real estate bagi yang masih hidup.

dan pada saat itu tempat-tempat pemakaman bukan lagi lapangan besar dengan nisan-nisan. tapi mungkin sebuah gudang beratap tinggi yang didalamnya terdapat jejeran lemari-lemari dengan banyak laci. semacam safe deposit box di bank. dan di laci-laci itulah mayat-mayat beristirahat terakhir. yang kaya mungkin bisa mengambil satu laci untuk satu orang. tapi yang tidak punya uang, beristirahat terakhir di satu laci beramai-ramai.

ah….lalu perihal mencium tanah dan menghadap kiblat mungkin menjadi tidak penting lagi. karena yang penting ada tempat untuk menampung mayat-mayat manusia itu. dan ditempatkan jauh dari yang masih hidup. mengerikan….

ok…kembali ke 3 alasan yang mereka tuliskan di sudut web. memberi ketenangan itu mungkin maksudnya ya mengurangi kesulitan mencari lahan pemakaman. mengingat lahan semakin langka dengan bertambahnya pembangunan dan bertambahnya manusia di bumi ini. jadi setelah kita ikut salah-satu burial plan mereka, ya dijamin tenang. karena begitu kita mati, kita udah punya rumah terakhir.

nah, sekarang yang kedua agak membingungkan. memberi kepuasan. mungkin maksudnya kepuasan dalam hal pelayanan pemakaman. mungkin artinya dalam burial plan mereka sudah termasuk biaya beli kain kafan, pemandian, kereta jenazah dan lain-lain. bahkan mungkin biaya sewa metro mini untuk angkutan pengantar jenazah ke lokasi pemakaman. artinya ketika dinyatakan mati, keluarga yang ditinggalkan bisa tenang-tenang saja. karena semua kebutuhan sudah ditangai oleh mereka. semoga saja ini termasuk pelunasan hutang yang ditinggalkan. karena bila iya, itu jelas akan menambah kepuasan hati bagi yang ditinggalkan dan jelas mengurangi beban mereka.

yang terakhir lebih murah. hmm…..yang murah itu dalam hal apa ya? memang setahu gw ada semacam iuran tahunan pada komplek pemakaman biasa. ini untuk biaya maintenance lah ceritanya. bilamana tidak dibayar, yang dikubur disana bisa ditumpuk dengan mayat baru. alias satu lobang kuburan 2 mayat sekaligus dan 2 nisan. hal kayak gini biasa terjadi kok di TPU. kalau pemakaman dengan tanah wakaf, atau dengan pengelola komunitas atau badan sosial, biasanya biaya tahunan sedikit lebih mahal dari TPU. dengan alasan sumbangan ini dan itu. yah….agak lebih ter-maintain alasannya.
lalu apakah arti dari lebih murah yang real estate pemakaman ini tawarkan? apa iya lebih murah? hmm…

eniwei…akan selalu ada banyak pertanyaan berlalu lalang di otak saya tentang hal ini. dan rasanya tidak semua bisa terjawab. oya, i wonder….apakah mereka juga menyediakan jasa membeli jalan ke surga? don’t you think that will be more that fabulous, if they do?

back to their concept and their need of having sales & marketing manager. ternyata kompleks pemakaman mereka ini juga memeliki function hall untuk wedding, birthday dan meeting. dan mereka membuat taman pemakaman ini sebagai sebuah destinasi leisure dengan menyediakan restoran dan taman-taman untuk bersantai. OMG!! i have no words to describe my amazement!

can you even imagine having your wedding in a memorial park like this? where a lot of urns laying on all the grounds around you?
can you imagine eating you candlelight dinner with a view of a memorial park?

hupfffhhhtt……i really have no words to say anymore.
this is a very cutting edge concept of business development. and a very disturbing one as well.

ah…sudahlah, enuff!!

Advertisements