Hitam Luka Kayla


kayla selalu punya cara untuk mengatasi luka…ia lemparkan garam pada luka yang menganga…disiramkan air jeruk nipis kepadanya….perih, pastinya….tapi rasa sakit yang kemudian meraja membuat sepasang bola matanya terbelalak….ini hidup…ini hidupnya….dan segala realita harus dihadapinya…

luka itu pasti membekas…meninggalkan noda hitam kebiruan…mengering dan tidak lagi mengeluarkan darah….bahkan tidak lagi terasa perih…hanya sebuah kenangan akan luka yang rasanya tidak pernah nyata…sampai entah luka itu menganga lagi…dan ritual yang sama akan terulang…

kayla mencintai rasa sakit…demi merasakannya, kerap kali ia goreskan pisau tajam ke pergelangan tangan…ia biarkan darah memuncar dan menetes ke lantai….ia biarkan airmata keluar karena menahan perih….tapi ada sebuah kepuasan disana….kepuasan bahwa rasa sakit tetap menghidupinya….dan lagi, masih ada banyak garam dan jeruk nipis yang tersedia untuknya…

[Jakarta, Jul 12, ’06 10:04 AM]

Advertisements